TRIBUNJOGJA.COM - Kemampuan berbicara di depan banyak orang adalah salah satu kemampuan yang tidak semua orang dapat kuasai.
Bagi orang yang sudah memiliki kemampuan Public Speaking pasti merasa bahwa kemampuan ini bisa mereka terapkan dengan mudah. Namun, bagi orang yang tidak ahli dalam kemampuan ini, butuh waktu dan ilmu untuk benar-benar bisa menerapkan kemampuan ini.
Dikutip tribun jogja dari buku yang berjudul “Public Speaking Untuk Pemula” karya Rina Raflina, pengertian dari Public Speaking sendiri menurut Dunar, H. (2015) dalam bukunya adalah "Public speaking merupakan kemampuan seseorang untuk berbicara dengan benar di depan umum sehingga pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan tujuan pidato dapat segera tercapai”.
Kemampuan atau skill ini tidak hanya penting bagi seseorang yang bergelut dalam bidang komunikasi saja, tetapi alangkah baiknya bagi seluruh manusia sebagai makhluk sosial hendaknya memiliki kemampuan ini untuk menyampaikan ide, gagasan atau pendapat agar apa yang disampaikan dapat dimengerti dan diterima dengan baik.
Bagi pemula pasti mengalami banyak tantangan dalam proses berlatih dan mempelajari skill ini, atau mungkin di antara beberapa orang masih bingung harus mulai belajar dari mana untuk bisa memiliki skill public speaking ini.
Maka dari itu berikut cara ampuh yang bisa dilakukan para pemula untuk memulai mempelajari skill Public Speaking.
1. Menguasai Materi yang Akan Disampaikan
Salah satu kendala yang sering dialami oleh orang yang melakukan public speaking adalah gugup dan tidak percaya diri.
Jika diperhatikan lebih dalam, rata-rata rasa tidak percaya diri tersebut datang karena orang tersebut tidak menguasai materi yang akan disampaikan dengan baik, sehingga ketika berbicara merasa bingung kalimat apa yang akan disampaikan.
Salah satu dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Taufik Rahman, M. Sos. menyampaikan bahwa komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dipersiapkan dengan baik, maka dari itu baik bagi seorang pemula ataupun orang yang sudah profesional dalam bidang komunikasi hendaknya mempersiapkan diri sebelum menyampaikan sesuatu di depan banyak orang.
Dalam konteks ini, bagi seorang mahasiswa berarti hal ini bisa diterapkan ketika hendak melakukan presentasi di kelas, alangkah baiknya bisa mempersiapkan diri dan memastikan sudah menguasai materi dengan baik.
2. Melatih Mental dengan Praktek Secara Langsung
Dalam melatih kemampuan Public Speaking tidak bisa jika hanya dipelajari melalui teori saja, justru cara belajar paling efektif adalah dengan langsung berlatih berbicara didepan umum secara langsung.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi ketika berbicara di depan umum adalah persoalan mental, karena terdapat perbedaan ketika berbicara bersama 2 orang atau biasa disebut ngobrol, dengan berbicara didepan banyak orang dengan jumlah audience yang lebih banyak.
Maka dari itu bagi pemula alangkah baiknya banyak mencari kesempatan untuk bisa berani berbicara di depan umum contoh kecilnya adalah mulai berani untuk bertanya dan menanggapi diskusi di kelas, memimpin jalanya rapat organisasi, atau langsung menjadi moderator presentasi di kelas.
Melalui langkah kecil dengan langsung terjun kelapangan secara langsung, bagi pemula akan membantu mengenali dan mempelajari beberapa hal, diantaranya bisa melatih kontrol diri saat menjadi pusat perhatian banyak orang, dan melatih terbiasa mengenali keadaan audience.
3. Berlatih Menjadi Pendengar yang Baik
Mungkin hal ini terdengar membingungkan bagi pemula yang akan mempelajari skill public speaking, kenapa dibandingkan berlatih berbicara harus menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu?.
Komponen pendengar dan penyampai adalah hal yang keterkaitanya sangat erat di dalam dunia public speaking. Orang yang memiliki skill public speaking harus mengerti sudut pandang pendengar, kira-kira bagaimana cara penyampaian yang baik agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas.
Untuk mengerti sudut pandang tersebut dapat dilatih dengan cara membiasakan diri menjadi pendengar yang baik.
Pendengar yang baik disini bukan lah orang yang hanya mengamati melalui mata saja, namun dapat mendengarkan melalui telinga, memahami dengan logika dan mampu merespon dengan baik lawan bicara.
Dari tindakan tersebut pembelajaran yang bisa ditangkap bagi pemula yang akan mempelajari kemampuan public speaking adalah orang tersebut bisa mengerti bagaimana cara menyampaikan sesuatu dengan baik, hal apa yang dapat membuat pendengar tidak menangkap pembahasan, dan sebagai pendengar dapat mengerti disaat apa pendengar benar-benar mendengarkan pembicaraan yang disampaikan.
4. Berlatih Menatap Lawan Bicara
Jika banyak saran diluar sana yang mengatakan untuk menghindari pandangan lawan bicara atau audience dengan alasan dapat membuat mempengaruhi mental, justru langkah yang harus dibiasakan bagi pemula yang ingin melatih skill public speaking adalah membiasakan ditatap dan menatap lawan bicara.
Selama berbicara didepan umum tidak bisa secara terus menerus seorang penyampai materi menghindari kontak mata bersama audience, karena ada tujuan yang harus dipenuhi, yaitu memastikan apa yang disampaikan mampu diterima audience dengan baik.
Sedangkan di dalam psikologi komunikasi, kontak mata dengan lawan berbicara memiliki peran yang penting mengenai keterlibatan lawan bicara atau audience.
Saat mata berani menatap dengan jelas seorang lawan bicara, mereka seolah-olah diikutsertakan dan dianggap ada di dalam forum atau perbincangan tersebut, jadi apapun materi yang ingin disampaikan oleh pembicara, para pendengar mau untuk mendengarnya.
Selain itu dengan berani menatap mata lawan bicara, orang yang sedang mendengarkan mampu melihat pembicara dengan pembawaan yang percaya diri dan memberikan kesan yang profesional.
5.Memperbanyak Kosakata Berbicara
Kembali dengan salah satu tantangan yang sering dialami oleh public speaker adalah gagap ketika berbicara.
Gagap ketika berbicara ini kondisinya terasa tersendat-tersendat saat berbicara, dan salah satu faktor atau penyebab dari masalah ini adalah orang tersebut kerap bingung kata atau kalimat apa yang akan diucapkan selanjutnya.
Maka dari itu penting bagi pemula untuk mulai memperkaya kosakata berbicara agar tidak lagi bingung menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.
Cara yang bisa dilakukan untuk mempelajari hal ini adalah dengan mendengarkan podcast dan membaca buku.
Dari sana Anda bisa menyerap kosakata, kalimat atau diksi yang mampu meningkatkan skill berbicara Anda.
Namun tidak hanya sampai situ saja, kosakata baru yang ditemukan tidak hanya dicatat atau dihafalkan saja, tetapi harus benar-benar dipahami maknanya dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan hal tersebut membuat Anda tidak merasa bingung lagi dalam merangkai kata dan kalimat untuk menyampaikan pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audience.
(MG ABIL PRAMUDYA)