Usai Evakuasi Pendaki Bukit Maras, SAR Ingatkan Pentingnya Persiapan Sebelum Mendaki
Ardhina Trisila Sakti July 01, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejadian empat remaja yang sempat tersesat di kawasan hutan Bukit Maras, Kabupaten Bangka, menjadi pengingat pentingnya persiapan sebelum melakukan aktivitas pendakian.

Setelah seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka.

Kepala Subseksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Danu Wahyudi mengatakan pendaki harus memiliki pemahaman mengenai medan yang akan dilalui sebelum memulai perjalanan.

"Bagi masyarakat yang memiliki hobi berwisata alam atau melakukan pendakian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan," kata Danu dalam wawancara eksklusif Dialog Ruang Tengah Bangkapos, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, penguasaan jalur menjadi salah satu faktor utama untuk mencegah pendaki kehilangan arah selama perjalanan.

"Pertama, kuasai jalur pendakian dan pahami orientasi medan sebelum memulai perjalanan. Pengetahuan tentang medan merupakan bekal utama agar tidak mudah tersesat," ujarnya.

Selain pemahaman terhadap jalur, kondisi fisik juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Danu mengingatkan pendaki agar tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan.

"Kedua, pastikan kondisi fisik benar-benar prima. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan karena aktivitas pendakian membutuhkan stamina yang baik," jelasnya.

Wajib Membawa Perlengkapan dan Logistik

Danu juga mengingatkan pendaki agar menyiapkan perlengkapan yang sesuai sebelum memasuki kawasan hutan atau pegunungan.

Menurutnya, kesiapan logistik dan perlengkapan medis dapat menjadi penolong ketika menghadapi kondisi darurat di perjalanan.

"Ketiga, siapkan logistik yang cukup, perlengkapan medis, serta peralatan yang dibutuhkan selama perjalanan untuk mengantisipasi kondisi darurat," kata Danu.

Ia menjelaskan, pendaki tidak bisa hanya mengandalkan kondisi alam yang terlihat mudah karena situasi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.

Lapor Pengelola Sebelum Mendaki

Selain kesiapan pribadi, Danu menekankan pentingnya melaporkan rencana pendakian kepada pengelola kawasan.

Langkah tersebut dinilai sangat membantu apabila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan pencarian dan pertolongan.

"Keempat, jangan lupa melaporkan rencana pendakian kepada pengelola kawasan. Dengan adanya pendataan tersebut, proses pencarian dan pertolongan akan jauh lebih mudah apabila terjadi keadaan darurat," ungkapnya.

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang belum memahami karakter jalur pendakian, sebaiknya tidak melakukan perjalanan seorang diri.

"Terakhir, apabila belum menguasai jalur pendakian, sebaiknya menggunakan jasa pemandu (guide) atau meminta pendampingan dari pengelola kawasan," ujarnya.

Menurut Danu, langkah tersebut dapat mengurangi risiko tersesat maupun menghadapi kendala lain selama berada di alam terbuka.

"Hal tersebut akan meminimalkan risiko tersesat maupun potensi bahaya lainnya selama beraktivitas di alam terbuka," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.