TRIUNPALU.COM, TOLITOLI – Anggota DPRD Tolitoli, Jemi Yusuf, menyoroti tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tolitoli.
Legislator Golkar Tolitoli itupun mendesak pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan untuk segera memperkuat strategi deteksi dini dan memastikan pengobatan pasien berjalan hingga tuntas.
Langkah itu dinilai krusial demi menyukseskan target nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021, yaitu eliminasi TB pada tahun 2030 dan Indonesia bebas TB pada tahun 2050.
Pemerintah sendiri telah menggalakkan strategi TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) dengan menyediakan layanan pemeriksaan serta obat-obatan secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah.
Baca juga: Pemkab Tolitoli Dorong Perpustakaan Desa dan Sekolah Raih Akreditasi SNP
Berdasarkan data yang terhimpun, situasi TBC di Tolitoli memerlukan penanganan yang lebih agresif.
Sejak tahun 2022 hingga 2024, rata-rata ditemukan sekitar 520 kasus TB setiap tahunnya.
Tren itu belum menunjukkan penurunan signifikan.
Hingga Mei 2025 saja tercatat 189 kasus baru, atau hampir mencapai 40 persen dari rata-rata tahunan.
Mengingat proses penyembuhan TBC memerlukan waktu yang cukup panjang, yakni berkisar antara enam bulan hingga satu tahun, Jemi Yusuf mengingatkan agar kondisi ini tidak dipandang sebelah mata.
"Kondisi ini harus menjadi perhatian serius kita bersama agar tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang jauh lebih besar dan sulit dikendalikan," ujar Jemi Yusuf.
Ketua Komda Alkhairaat Tolitoli itu menegaskan bahwa anggaran tidak boleh menjadi alasan atau kendala dalam menyelamatkan nyawa masyarakat dari ancaman penyakit menular.
Baca juga: Lakpesdam NU Tolitoli Duga Tambang Ilegal Cemari Bendung Salugan, Petani Terancam Gagal Tanam
Jemi mendorong pemerintah daerah untuk mengunci ketersediaan dana penanggulangan TB.
Bahkan, jika terjadi lonjakan kasus yang signifikan, ia menyarankan pemanfaatan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
"Melindungi masyarakat dari penyakit menular adalah tanggung jawab mutlak pemerintah. Jika diperlukan, Pemda jangan ragu memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus atau potensi wabah yang mengancam kesehatan warga," ucap Jemi Yusuf.
Jemi berharap, melalui kombinasi penguatan deteksi dini di lapangan, pemantauan pengobatan secara ketat agar pasien tidak putus obat, edukasi masif kepada masyarakat, serta jaminan dukungan anggaran, target Tolitoli bebas TB dapat segera terealisasi.(*)