Hendak Beli Nasi Bebek, Warga Bondowoso Malah Jadi Korban Pelaku Balap Liar, Ending Tragis
Januar July 01, 2026 06:33 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sinca Arie Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Seorang warga Bondowoso menjadi korban pelaku balap liar.

Polisi pun segera bertindak karena korban mengalami nasib tragis.

Oleh karena itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bondowoso mempertemukan korban dan peserta balap liar pada Rabu (1/7/2026).

Pertemuan tersebut memfasilitasi Muhammad Nur Husen, korban balap liar, dengan dua pemuda berusia 20 dan 21 tahun bernama Miftah dan Beni yang turut serta dalam aksi balap liar tersebut.

Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Irwan Rizky Prakoso, mengatakan bahwa pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara korban dan pelaku sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan yang muncul akibat aksi balap liar.

"Pada kesempatan siang hari ini kami pertemukan antara pihak korban dan pihak pelaku. Alhamdulillah kedua pihak sudah bertemu dan nanti akan dibicarakan seperti apa penyelesaiannya," ujar Irwan.


Ia menegaskan, Satlantas Polres Bondowoso tidak hanya fokus pada penyelesaian kasus, tetapi juga melakukan langkah pencegahan agar aksi speeding maupun balap liar tidak terulang lagi.

Irwan mengimbau seluruh masyarakat, khususnya kalangan remaja di Bondowoso, untuk menghentikan sepenuhnya aktivitas balap liar maupun speeding di jalan umum.

"Untuk aksi-aksi speeding dan balap liar tolong ditiadakan, bukan dikurangi. Pada intinya kegiatan tersebut tidak ada manfaatnya," kata Irwan.

Menurutnya, kendaraan yang diproduksi pabrikan telah dirancang sesuai spesifikasi keselamatan. Modifikasi yang tidak sesuai standar justru berpotensi membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Ia menambahkan, jalan raya merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat, bukan arena balapan atau trek-trekan.

Sebagai langkah penegakan hukum, Satlantas Polres Bondowoso akan mengintensifkan patroli di sejumlah titik yang selama ini kerap dijadikan lokasi balap liar.

"Ke depan kami akan melaksanakan patroli secara rutin dan masif. Bagi yang masih nekat dan ngeyel, kami akan mengambil tindakan tegas dengan penilangan," ungkap Irwan.

Selain penindakan, Polres Bondowoso juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Babinsa, lurah, kepala desa, hingga pihak sekolah dan orang tua apabila pelaku masih berstatus pelajar.

"Kami akan berkoordinasi dengan Babinsa, Pak Lurah, Pak Kades, termasuk jika statusnya siswa atau pelajar kami akan berkoordinasi dengan kepala sekolah supaya ikut membantu mengawasi, termasuk juga orang tua," tutur Irwan.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyatakan dukungannya terhadap langkah penertiban yang dilakukan kepolisian.

Menurutnya, penegakan hukum menjadi salah satu cara untuk mengurangi, bahkan menghentikan aksi balap liar yang selama ini meresahkan masyarakat.

"Saya menghargai penertiban yang dilakukan oleh polisi. Kita berharap dengan penertiban dan penegakan hukum, kegiatan trek-trekan itu nanti bisa berkurang atau berhenti sama sekali. Nanti kita coba arahkan ke arah yang lebih positif," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Bondowoso mengeluhkan aksi balap liar di Jalan PB Sudirman atau di sebelah timur Pendopo Bupati yang dinilai semakin meresahkan.

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi balap liar hingga menyebabkan seorang pria terjatuh sempat beredar luas di media sosial dan memicu beragam komentar satir dari netizen yang salah paham.

Aksi balap liar tersebut menjadi buah bibir karena seorang pria bernama Muhammad Nur Husen, warga Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, menjadi korban saat hendak membeli nasi bebek. 

Korban mengalami dislokasi tulang pada tangan kiri serta luka-luka di sebagian tubuhnya. Kondisi sepeda motornya pun juga nyaris hancur akibat ditabrak oleh peserta balap liar.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.