Biaya Sekolah Tinggi, Gadai Emas di Pegadaian Gedong Meneng Naik 20 Persen
Reny Fitriani July 01, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Memasuki tahun ajaran baru, banyak masyarakat yang memilih menggadaikan emasnya untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta daftar ulang sekolah.

Baca Juga: Modus Sewa-Gadai Kendaraan, Wanita Muda di Pesisir Barat Diduga Gelapkan Belasan Mobil dan Motor

PT Pegadaian (Persero) Cabang Gedong Meneng yang berlokasi di Jl. ZA. Pagar Alam No.38, RT.1/RW.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145, mencatat lonjakan signifikan pada aktivitas gadai barang.

Kepala Unit Pegadaian Gedong Meneng, Imi Noval, mengungkapkan bahwa tren gadai emas pada akhir Juni sampai awal Juli ini mengalami kenaikan hingga puluhan persen dibandingkan hari-hari biasa. 

“Dari kemarin terlihat banyak masyarakat yang datang untuk menggadaikan perhiasan emas mereka,” ucapnya saat ditemui Rabu (1/7/2026).

Tekanan ekonomi ditambah tingginya biaya pendidikan membuat masyarakat memutar otak untuk mencari dana segar demi keberlanjutan sekolah anak-anak mereka.

Masyarakat dinilai lebih memilih mencairkan aset mereka demi kebutuhan yang sifatnya mendesak dan produktif.

Menurut Imi Noval, fenomena kenaikan ini sangat terasa jika dibandingkan dengan tahun lalu. 

Faktor utamanya adalah banyaknya perubahan nominal pada biaya SPP maupun UKT di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

"Kalau kita lihat pertumbuhan gadai barang tahun ini dengan tahun lalu, tahun ini jauh lebih besar. Peningkatannya bisa mencapai sekitar 20 persen dari hari biasa," ujar Imi Noval.

Ia menambahkan, bahwa motif nasabah datang ke Pegadaian saat ini telah bergeser. 

Jika pada momen tertentu masyarakat menggadaikan barang untuk kebutuhan konsumtif, kali ini murni didominasi oleh pemenuhan biaya pendidikan dan modal kerja.

Perhiasan Emas Paling Mendominasi

Dari sekian banyak barang elektronik atau kendaraan yang bisa digadaikan, perhiasan emas tetap menjadi primadona utama masyarakat Gedong Meneng untuk mendapatkan pinjaman cepat.

"Barangnya variatif, tapi yang paling banyak itu perhiasan emas. Saat ini total nasabah aktif kami di Gedong Meneng sudah menyentuh angka sekitar 7.000 nasabah," jelasnya. 

Khusus untuk bulan ini saja, pergerakan nasabah baru maupun yang melakukan transaksi gadai diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang.

Masyarakat menganggap emas adalah solusi paling aman dan ringkas karena nilainya yang tinggi dan prosesnya yang tidak berbelit-belit saat terjepit kebutuhan sekolah.

Harga Emas Sedang Turun: Momen Tepat untuk Investasi

Di sisi lain, Imi Noval juga memaparkan bahwa harga emas saat ini sedang mengalami koreksi atau sedikit penurunan.

Namun, bagi Pegadaian, momen penurunan harga ini justru menjadi waktu terbaik bagi masyarakat yang ingin memulai investasi.

Sebagai informasi, Pegadaian tidak hanya melayani sistem gadai konvensional, tetapi juga memiliki lini bisnis investasi emas yang tumbuh beriringan.

"Sekarang harga memang lagi koreksi (turun). Tapi sebenarnya untuk saat ini, justru momen yang sangat bagus untuk mulai (investasi atau menabung emas) lagi. Karena saat harga turun, itu kesempatan kita untuk membeli," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.