TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Minat pengunjung terhadap noken rajutan khas Papua di kawasan Universitas Papua (Unipa), Amban, masih tinggi.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, meski pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari telah berakhir, sejumlah tamu dari luar daerah memanfaatkan kesempatan untuk membeli noken sebagai oleh-oleh sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Salah satunya adalah rombongan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang datang bersama Perwakilan BPK Papua Barat.
Rina, perwakilan BPK Papua Barat, mengatakan tamu dari BPK Pusat diajak mengunjungi beberapa lokasi termasuk lapak penjualan noken setelah menghadiri agenda resmi di Manokwari.
“Noken menjadi pilihan utama sebagai buah tangan karena memiliki nilai budaya dan menjadi identitas masyarakat Papua,” ujarnya.
Rina menambahkan, rombongan membeli empat noken rajut dengan ukuran dan harga berbeda, berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per buah.
Baca juga: Pengrajin Noken dan Aksesori Papua di Manokwari Keciprat Berkat Pesparawi Nasional XIV
Ia sendiri membeli satu noken tambahan untuk koleksi pribadi. Menurutnya, meski sudah lama bertugas di Manokwari, noken tetap memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi tamu dari luar Papua.
Sementara itu, pedagang noken, Sisilia Pigome, mengaku bersyukur karena dagangannya masih diminati meski rangkaian Pesparawi telah usai.
“Puji Tuhan, walaupun Pesparawi sudah selesai, masih ada pengunjung yang datang membeli noken. Kami bersyukur karena dagangan masih terjual,” katanya.
Sisilia menjelaskan sebagian besar pedagang noken di kawasan Unipa berasal dari Kabupaten Nabire.
Mereka membawa berbagai jenis noken rajutan khas Papua untuk dipasarkan selama Pesparawi berlangsung.
Ia berharap kunjungan wisatawan dan tamu dari luar Papua terus meningkat sehingga kerajinan noken semakin dikenal luas dan memberi manfaat ekonomi bagi para pengrajin.