TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta kembali melepas satu pemain jelang mengarungi kompetisi Super League 2026/2027.
Bek tengah Andy Setyo Nugroho resmi berpisah dengan Laskar Mataram setelah kontraknya berakhir, sekaligus menjadi pemain keempat yang meninggalkan PSIM pada bursa transfer kali ini.
Sebelum Andy, tiga pemain lebih dulu mengakhiri kebersamaan dengan tim promosi Super League tersebut, yakni Deri Corfe, Donny Warmerdam, dan Ikhsan Chan.
General Manager PSIM, Steven Sunny, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan Andy selama membela Laskar Mataram, meski musim perdananya diwarnai cedera.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk Andy Setyo. Apresiasi tertinggi kami berikan untuk profesionalisme dan kerja keras yang sudah dia tunjukkan selama bersama Laskar Mataram,” ujar Steven, Rabu (1/7/2026).
Perjalanan Andy bersama PSIM memang tidak berjalan sesuai harapan. Cedera yang dialaminya sejak masa pramusim membuat mantan bek tim nasional Indonesia itu harus menepi dalam waktu yang cukup lama.
Selama menjalani pemulihan, Andy bahkan sempat memperkuat tim Elite Pro Academy (EPA) PSIM untuk mendapatkan kembali menit bermain sebelum bergabung lagi dengan skuad utama.
“Kita semua tahu situasi musim ini memang tidak mudah buat Andy. Cedera yang didapat sejak masa pre-season memaksa dia untuk menepi cukup lama dan fokus pada pemulihan. Dia juga sempat bermain untuk EPA dengan tujuan mendapatkan menit bermain sebelum kembali ke tim utama,” lanjut Steven.
Meski kebersamaan keduanya berakhir, manajemen PSIM tetap mendoakan kesuksesan Andy di klub barunya.
“Kami mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier Andy di klub barunya nanti. Semoga setelah ini dia bisa kembali ke performa terbaik, selalu fit, dan sukses di tempat baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Andy Setyo mengaku bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan PSIM selama satu musim. Ia menyebut banyak pelajaran dan kenangan yang didapat meski tidak banyak tampil akibat cedera.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan PSIM. Tentu ada rasa haru karena harus berpisah, tetapi semua kenangan akan selalu saya simpan,” kata Andy.
Menurut pemain asal Kabupaten Pati tersebut, dukungan suporter menjadi salah satu momen yang paling membekas selama membela Laskar Mataram.
“Momen paling berkesan adalah ketika kami bisa meraih hasil terbaik bersama dan merasakan dukungan luar biasa dari suporter di setiap pertandingan,” ujarnya.
Andy pun berharap dapat segera kembali ke performa terbaik dan meraih lebih banyak prestasi bersama klub barunya pada musim mendatang.