Wabup Tana Tidung Sabri Tinjau Longsor di Jalan Kebun Sayur, Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Junisah July 01, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung turun langsung meninjau lokasi tanah longsor di Jalan Kebun Sayur, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (1/7/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Bupati Tana Tidung Sabri, setelah sebelumnya hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tebing di belakang permukiman warga longsor dan merusak tiga bangunan sekitar.

Pantauan TribunKaltara.com di lokasi, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), serta masyarakat bergotong royong membersihkan material tanah longsor. 

Sejumlah personel tampak membantu membongkar bagian rumah yang terdampak dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Baca juga: Breaking News Tiga Bangunan Rusak Terdampak Tanah Longsor di Desa Tideng Pale Tana Tidung

Wakil Bupati Tana Tidung Sabri, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami keluarga Yulianus Desti.

"Hari ini kita berada di TKP longsor di Kebun Sayur, Kecamatan Sesayap, Desa Tideng Pale. Kita menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga Pak Desti atas longsor ini," ujar Sabri kepada TribunKaltara.com saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat Kabupaten Tana Tidung masih berada pada musim penghujan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.

"Kita berharap kepada seluruh masyarakat, saat ini kita masuk musim penghujan. Sudah beberapa hari ini hujan lebat dan angin kencang. Kepada mereka yang bermukim di tempat-tempat yang berpotensi rawan longsor, kami sarankan untuk berhati-hati, selalu waspada dan meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Sabri mengatakan, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait saat ini masih fokus membantu proses pembersihan lokasi agar keluarga korban dapat segera kembali menata tempat tinggalnya.

Baca juga: 7 Kepala Keluarga Terdampak Tanah Longsor di Desa Long Berang Malinau, Rumah Dinas Rusak Berat

"Kita melakukan kerja gotong royong membersihkan lokasi longsor ini membantu keluarga yang ada di tempat ini. Semoga mereka dalam satu dua hari ini sudah bisa selesai dan sementara ini kita masih terus mengupayakan tempat mereka untuk beristirahat dalam beberapa hari ini nanti," jelasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. 

Kerugian yang dialami korban sementara berupa kerusakan bangunan dan harta benda.

"Sesuai laporan dari keluarga tidak ada korban jiwa, luka juga tidak ada. Cuma ada barang-barang, kerugian materi yang mereka alami dan tidak bisa diselamatkan," ujarnya.

Ia menambahkan, saat kejadian kepala keluarga sedang berada di Tanjung Selor untuk mendampingi para siswa yang mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Sehingga di rumah hanya terdapat anggota keluarga lainnya yang kemudian berhasil menyelamatkan diri sebelum longsor terjadi.

LONGSOR AKIBAT HUJAN DERAS - Petugas BPBD bersama masyarakat tengah menangani lokasi longsor di Jalan Kebun Sayur, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Rabu (1/7/2026). Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Tana Tidung
LONGSOR AKIBAT HUJAN DERAS - Petugas BPBD bersama masyarakat tengah menangani lokasi longsor di Jalan Kebun Sayur, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Rabu (1/7/2026). Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Tana Tidung (TribunKaltara.com/Rismayanti)

Pemkab Tana Tidung juga masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan bantuan kepada korban.

"Ini masih kita koordinasikan kepada BPBD, mudah-mudahan nanti ada yang bisa kita berikan untuk membantu meringankan kondisi korban," katanya.

Terkait kemungkinan relokasi bagi warga yang bermukim di kawasan rawan longsor, Sabri mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan.

Namun opsi tersebut akan menjadi bahan pembahasan demi keselamatan masyarakat.

"Kita belum ada pemikiran ke arah itu, tapi nanti akan tetap kita diskusikan. Kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja kita pikirkan demi keselamatan masyarakat kita yang ada di sini," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.