TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Tarakan, Kalimantan Utara telah selesai. Hanya saja belakangan ini muncul sorotan adanya dugaan sertifikat palsu yang dilampirkan saat melakukan pendaftaran calon siswa baru.
Sesuai petunjuk teknik (juknis) SPMB tingkat SMK tidak ada jalur prestasi, meskipun begitu pendaftar tetap melampirkan sertifikat prestasi yang dimiliki calon siswa untuk bisa menambah poin.
Salah satu sorotan dugaan sertifikat palsu datang dari pelatih panahan di Tarakan, Andriyanto yang tergabung dalam club Master Archery Tarakan. Pria yang juga merupakan wasit ini mendapat informasi ada copian dugaan sertifikat kejuaran panahan palsu yang didaftarkan ke SMKN 1 Tarakan.
Sertifikat panahan dugaan palsu tersebut berupa piagam penghargaan yang diragukan keasliannya, Melihat copian sertifikat itu, ia segera mengkroscek langsung dan erhasil memperoleh salinan dokumen yang digunakan oleh oknum pendaftar.
Baca juga: SPMB 2026 Tingkat SMA dan SMK Selesai, Sertifikat Prestasi Nonakademik akan Dievaluasi di Nasional
Setelah didapati nama pendaftar inisial JR, sertifikat tersebut dicek keabsahannya. Tertulis dalam sertifikat, JR juara III kualifikasi individu divisi nasional putri pada kejuaraan nasional panahan junior tahun 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juni sampai 5 Juli 2025 di Super Soccer Arena Kudus, Jawa Tengah. Di bawah piagam penghargaan tertulis Ketua Umum PB Perpani, M Arsjad Rasjid P M lengkap tanda tangan dan stempel.
Andriyanto mengungkapkan. dapatkan sertifikat atau piagam setara even atau level nasional itu sulit bagi atlet panahan."Karena jujur saja, untuk mendapatkan sertifikat itu, kita harus berjuang mati-matian. Panas-panasan, hujan-hujanan, apa segala macam, apalagi dengan dana yang cukup luar biasa," tegasnya.
Untuk itu, Adriyanto pun mengkroscek ke website resmi yang dikelola transparan data para juara di berbagai even panahan yakni di website Iansio.net. Setelah dikroscek, benar ada even tertera di jadwal pelaksanaan di Kudus Jawa Tengah, di tanggal 27 Juni sampai tanggal 5 Juli 2025.
"Nah, di sini kita bisa lihat di aplikasinya ada IANSEO. Nah, disini bisa dilihat siapa juara tiganya, dan ini ternyata nama juara tiganya dari Kaltim atas nama Naura Nadhifa Jaya asal Kaltim. Juara kedua atas nama Salsabila Azzahra dan juara pertama Alyeva Putri Rafina.
Dalam website resmi lansio.net tersebut inisial JR sesuai tertera di piagam penghargaan tak ada tercantum namanya sebagai juara III di even tersebut.
Baca juga: DPRD Kaltara Evaluasi SPMB 2026 Tingkat SMA/SMK, Minta Sertifikat Jalur Prestasi Diverifikasi Ulang
"Jadi di website Iansio.net, memang khusus untuk panahan. Jadi, semua kegiatan kita panahan, perlombaan, maupun tingkat kota, provinsi, maupun nasional, itu ada semua di IANSEO. Termasuk yang juara dan tidak juara," tegasnya.
Termasuk juga perolehan nilainya. Sehingga jika benar yang bersangkutan (inisial JR) diduga memalsukan, itu sangat disayangkan sekali.
"Karena ketika misalnya mendaftar kuliah, contoh sata punya sertifikat resmi provinsi, dia pakai sertifikat nasional, akhirnya kita kalah," ujarnya.
Dugaan kuat dicurigai palsu juga karena sesama atlet panahan di Kaltara saling mengenal. Baik di Tarakan, Tanjung, Bulungan, KTT, Nunukan, Berau. Baik atlet maupun pelatih. Bahkan jika dia baru ikut bergabung juga dikenal.
"Nah, sementara untuk yang ini (inisial JR) bersangkutan tidak ada. Dan kita tanya dari klub mana pun, dia tidak tahu. Tidak ada. Di Tarakan ini kita ada banyak klub," terangnya menambahakan, club tersebut di antaranya Superior Archery Club, Master Archery Tarakan, Kompas Archery Tarakan. Dari club tersebut, sesama pengurus juga saling kenal.
Sementara itu, pihak SMKN 1 Kota Tarakan, melalui Ketua SPMB SMKN 1 Tarakan, Nagiyah Abdulhaq mengungkapkan saat ini pelaksanaan SPMB di tingkat SMKN 1 Tarakan telah selesai. Bahkan pengumuman telah dikeluarkan. Menyikapi persoalan dugaan dokumen dalam bentuk piagam penghargaan palsu, pihaknya langsung gerak cepat mendalami foto yang diperlihatkan media.
Dokumentasi foto tersebut diperoleh dari Club Master Archery Tarakan yang telah melakukan penelusuran dan menduga sertifikat tersebut tidak asli. Karena dalam even tertera, bukan nama inisial JR yang masuk menjadi juara tiga melainkan nama orang lain.
Nagiyah Abdulhaq menambahkan, nama yang bersangkutan masih ditelusuri dan langkah yang diambil pihak sekolah setelah menerima informasi ini adalah melakukan rapat internal. "Kami kumpulkan dulu semua termasuk kami lapor ke kepala sekolah," beber Nagiyah.
(*)
Penulis: Andi Pausiah