Wakil Bupati Polman Sambut 56 Mahasiswa KKN UGM Yogyakarta, Bawa 135 Program Kerja untuk Desa
Nurhadi Hasbi July 01, 2026 06:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 56 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (1/7/2026).

Para mahasiswa tersebut akan mengabdi kepada masyarakat selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan menyusun program kerja berdasarkan hasil observasi awal terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Baca juga: Pemprov Sulbar - UGM Kolaborasi Prioritaskan Pembangunan SDM Berbasis Pertanian

Sebanyak 56 mahasiswa tersebut terbagi dalam dua tim, yakni KKN PPM UGM Saga Mandar dan Arung Campalagian.

Wakil Bupati Polman, Andi Nursami Masdar, menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN dari UGM Yogyakarta.

Ia berharap para mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat lokal yang memiliki keberagaman budaya.

"Semoga para mahasiswa ini dapat mengidentifikasi setiap permasalahan di desa sebelum menyusun program kerja," kata Andi Nursami dalam sambutannya.

Ia menyampaikan agar program kerja yang dibuat mahasiswa benar-benar berdasarkan hasil kajian lapangan.

Dengan begitu, permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat diidentifikasi dan diberikan solusi melalui program KKN.

Andi Nursami juga berharap masyarakat desa dapat menerima kehadiran mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

"Kepala desa yang hadir agar menyampaikan kepada warganya untuk menerima dengan baik para mahasiswa ini," ungkapnya.

KKN UGM Fokus Sampah, Pertanian hingga Wisata

Sementara itu, Ketua Tim KKN PPM UGM Saga Mandar 2026, Allegra Rizqi Maulana, menyampaikan terdapat 135 program kerja yang akan dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.

Program tersebut di antaranya identifikasi tempat pemrosesan sampah dan pengelolaan sampah rumah tangga.

"Karena observasi kita di lapangan masih banyak masalah sampah, selain itu fokusnya juga ke program pertanian," kata Allegra Rizqi Maulana kepada wartawan.

Selain itu, program kerja lainnya juga menyasar promosi objek wisata di Desa Laliko dan Katumbangan yang memiliki sejumlah potensi wisata.

Menurutnya, pengembangan promosi wisata diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke wilayah Campalagian.

Allegra juga menyebutkan kegiatan lain yang akan dilakukan, seperti identifikasi masalah stunting dan kesehatan anak.

"Kita juga mau buat festival di akhir perpisahan nanti. Semoga kehadiran kami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," ungkapnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.