Sandeq Silumba 2026 Tetap Digelar, Pemprov Sulbar Tanggung Hadiah Peserta
Nurhadi Hasbi July 01, 2026 06:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, memastikan ajang Sandeq Silumba 2026 tetap digelar meski dengan format yang lebih sederhana dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat Dewan Pengarah Sandeq bersama para passandeq.

Jika pada 2025 lomba ini menempuh jarak 231 kilometer dari Pantai Bahari, Polewali Mandar, hingga berakhir di Mamuju dan ditutup dengan mengelilingi Pulau Karampuang, tahun ini pelaksanaannya dipangkas menjadi lomba lokal di dua kabupaten, yakni Majene dan Polewali Mandar.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar 2 Juli 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan, Waspada Angin Kencang

Baca juga: Sandeq Silumba, Mandar Culture dan Manakarra Fair Masuk Top 125 Ajang Nasional Karisma Nusantara

"(Sandeq Silumba) dilaksanakan lokal di dua kabupaten, yaitu Majene dan Polman. Hadiahnya disiapkan oleh Pemprov," ungkap Syamsul Samad saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Keterbatasan Anggaran Pangkas Rute Lomba

Syamsul menjelaskan, rute Polman-Mamuju ditiadakan sebagai konsekuensi efisiensi anggaran dan bertambahnya jumlah peserta.

Jumlah peserta meningkat dari 55 menjadi 95 perahu sandeq, sehingga kebutuhan pembiayaan juga mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan anggaran tahun 2025.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka sebelumnya juga telah meminta tiga kabupaten, yakni Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju, mengalokasikan masing-masing Rp1 miliar untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Namun, anggaran yang tersedia belum mencukupi. Hanya Kabupaten Mamuju yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar melalui APBD.

Penyebabnya adalah keterbatasan fiskal. APBD Kabupaten Polewali Mandar yang dialokasikan untuk kegiatan ini hanya sekitar Rp400 juta, sementara Kabupaten Majene sekitar Rp150 juta.

Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan peserta passandeq.

Dengan kondisi tersebut, Pemprov Sulawesi Barat bersama Dewan Pengarah Sandeq memutuskan Sandeq Silumba tetap dilaksanakan agar tradisi dan warisan budaya bahari masyarakat Mandar tetap terjaga, meski dalam skala yang lebih terbatas.

Pelaksanaan Sandeq Silumba selama ini tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata sekaligus upaya melestarikan budaya maritim khas Sulawesi Barat yang telah diwariskan secara turun-temurun. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.