TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tingkat inflasi tahunan atau year on year (y-o-y) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebesar 4,68 persen pada Juni 2026.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, ada lima komoditas utama pendorong inflasi tahunan ini.
Lima komoditas tersebut yakni emas perhiasan dengan andil 0,60 persen, tarif angkutan udara 0,50 persen.
Kemudian bahan bakar rumah tangga atau elpiji 0,34 persen, ikan layang 0,23 persen, dan ikan cakalang 0,20 persen.
Sedangkan lima komoditas peredam inflasi tahunan pada Juni 2026 antara lain ikan mujair dengan andil 0,06 persen.
Baca juga: OPINI: Sinergi TPID Mengawal Inflasi Pangan 2026
Lalu ikan gabus 0,06 persen, telur ayam ras 0,03 persen, daun singkong 0,03 persen, dan cabai rawit 0,03 persen.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengatakan, tingkat inflasi tahunan tertinggi tercatat di Kota Baubau sebesar 5,60 persen.
Disusul Kabupaten Kolaka sebesar 5,33 persen, Kota Kendari 5,14 persen, dan inflasi terendah di Kabupaten Konawe sebesar 2,12 persen.
Hadi menjelaskan, tingkat inflasi yang terjadi di Provinsi Sultra berkaitan dengan konflik geopolitik di Timur Tengah.
"Sampai hari ini ketegangan geopolitik terutama di Middle East masih terasa dan itu berpengaruh karena terjadi sumbatan suplai beberapa komoditas," katanya, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Harga Makanan Naik, Inflasi Sulawesi Tenggara Meroket 4,07 Persen, Baubau Tertinggi, Konawe Terendah
Terganggunya pasokan sejumlah komoditas akibat konflik geopolitik telah memicu kenaikan harga berbagai produk yang dikonsumsi masyarakat.
Meski demikian, terdapat pula komoditas yang tidak terdampak oleh konflik geopolitik.
Salah satunya adalah ikan, yang ketersediaan dan harganya lebih dipengaruhi oleh fenomena alam, seperti Musim Timur.
"Sehingga nelayan agak susah untuk bisa menangkap ikan akibatnya harga ikan relatif naik dan pengaruhnya lumayan," ujar dia.
Sebagai informasi, rilis ini diselenggarakan di Lantai 3 Kantor BPS Sultra, Jalan Boulevard, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Baca juga: Sulawesi Tengah Raih Penghargaan Apresiasi Pemda Berprestasi, Inovasi Beras dan Cabai Tekan Inflasi
Berjarak 650 meter atau 2 menit dari Kantor Gubernur Sultra di Kompleks Bumi Praja, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kendari. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)