Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Sejumlah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan TribunGayo.com di lapangan, penurunan ini menyasar tiga jenis produk Pertamina, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Baca juga: SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara Mulai Salurkan BBM B50 pada 1 Juli 2026, Stok Awal 16 Ton
Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nunang Antara, Sandi kepada wartawan TribunGayo.com, Alga Mahte Ara pada Rabu (1/7/2026), menjelaskan rincian perubahan harga tersebut.
Untuk Pertamax Turbo kini dibanderol seharga Rp19.750 per liter dari harga sebelumnya yang mencapai Rp21.200 per liter.
Penurunan juga terjadi pada produk Dexlite yang kini turun menjadi Rp20.150 per liter dari harga semula Rp23.500 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex mengalami penurunan dari kisaran Rp25.350 per liter menjadi Rp21.650 per liter.
"Hampir tiga jenis itu sudah mengalami penurunan, sementara untuk Pertamax sendiri harganya belum berubah," ujar Sandi.
Menyusul fluktuasi harga ini, pihak SPBU mengaku lebih berhati-hati dalam melakukan pengadaan stok, khususnya untuk jenis Pertamax.
Sandi menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir pasokan Pertamax sengaja belum dimasukkan ke SPBU untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat perubahan harga yang mendadak.
"Takutnya ada perubahan harga. Kalau kita beli dalam jumlah banyak lalu tiba-tiba harga turun, tentu bisa rugi.
Begitu juga dengan Pertamina Dex yang pasokannya belum masuk lagi. Namun, kami akan segera memproses agar pasokan Pertamax dan Dexlite bisa kembali masuk secepatnya," tambahnya.
Berbeda dengan jenis nonsubsidi, harga BBM bersubsidi jenis Biosolar dan Pertalite terpantau masih stabil dan bertahan di harga masing-masing Rp6.800 per liter dan Rp10.000 per liter.
Baca juga: BBM B50 Campuran Sawit Resmi Diberlakukan Besok 1 Juli 2026, Begini Pandangan YARA Bener Meriah
Terkait dengan rencana pemerintah untuk meluncurkan jenis BBM baru, pihak SPBU membenarkan adanya kabar mengenai pengembangan Biosolar ke arah varian yang lebih baru, yakni Biodiesel 50 persen (B50), setelah sebelumnya melewati tahap B35 dan B40.
Meskipun di wilayah tersebut distribusinya masih dalam tahap proses dan belum tersedia secara resmi, pihak SPBU menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu pasokan BBM baru itu mulai didistribusikan.
"Insyaallah secara operasional SPBU kami sudah siap untuk memasok jenis BBM baru tersebut. Namun, untuk detail perubahan khusus atau arahan lanjutan, kami masih menunggu kabar resmi dari pihak atasan," pungkasnya.
Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (1/7/2026), BBM B50 sebenarnya sama dengan jenis B40, dan B35 atau yang sudah dikenal lebih dulu dengan nama Biosolar oleh masyarakat.
Perbedaan B50 dengan B40 atau B35 adalah dari kadar minyak nabatinya.
Kandungan bahan bakar B35 terdiri dari 35 persen minyak sawit dan 65 persen solar murni.
Sementara kandungan B40 terdiri dari 40 persen minyak sawit dan 60 persen solar murni.
Sedangkan untuk B50 terdiri dari 50 persen minyak sawit ditambah 50 persen solar murni.
Penggunaan BBM B50, diperuntukkan bagi kendaraan atau alat transportasi yang bermesin diesel, seperti kendaraan roda empat, truk, dump truck, mobil pribadi bermesin diesel, kapal nelayan, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya yang biasanya menggunakan BBM jenis Biosolar.
Sementara itu berbeda dengan SPBU di wilayah tengah Aceh, SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, justru resmi menyediakan BBM B50 mulai hari ini, Rabu (1/7/2026).
Informasi tersebut disampaikan oleh Pengelola SPBU Lawe Desky, Ragam Bancin kepada wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Selasa (30/6/2026) kemarin, yang mengatakan bahwa mulai Rabu (1/7/2026), pihaknya mulai memasarkan BBM B50 kepada masyarakat.
"Jadi, untuk BBM B50 ini kami sudah pesan mencapai 16.000 liter atau 16 ton," ujar Ragam.
Namun, pihaknya pada Selasa (30/6/2026) sore, belum menerima informasi resmi mengenai harga jual BBM B50 per liter.
"Penetapan harga masih menunggu keputusan dari pihak terkait, yang akan diberlakukan di seluruh SPBU di Aceh Tenggara," ungkapnya.
Meski pihak SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara masih menunggu informasi resmi mengenai harga jual BBM B50 di daerah, pemerintah memastikan harga eceran B50 tidak akan mengalami perubahan dibandingkan Bio Solar sebelumnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan harga B50 tetap mengikuti mekanisme penetapan harga Biosolar yang berlaku setiap bulan.
"Kalau harga mengikuti harga BBM yang sudah biasanya aja, enggak ada hal khusus," ucap Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, meski kandungan biodiesel dalam B50 meningkat menjadi 50 persen, harga jual kepada masyarakat tetap disesuaikan dengan kebijakan pemerintah. (*)
Baca juga: Stok BBM Jenis Pertalite di SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara Kembali Tersedia, Pertamax Masih Kosong