Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, penjualan baju seragam sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, masih sepi.
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, dimana penjualan seragam sekolah meningkat menjelang dimulainya aktivitas belajar mengajar.
Baca juga: 556 Lansia Aceh Tengah Diwisuda, BKKBN Jadikan Gayo Percontohan Sekolah Lansia se-Aceh
Salah seorang penjual pakaian seragam sekolah di Toko Wika, Jalan Perdagangan Pajak Bertingkat, Kota Kutacane, Kecamatan Babussalam, Rina kepada wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Rabu (1/7/2026), mengatakan minat masyarakat membeli seragam sekolah tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa harga seragam sekolah mengalami kenaikan.
"Pembeli baju seragam sekolah tahun ini sepi bila dibanding dengan tahun yang lalu.
Namun, tahun ini ada kenaikan harga jual baju seragam sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Kenaikan bervariasi dari Rp10.000 per pasang hingga 20.000 per pasang," ujar Rina.
Ia menjelaskan, harga seragam sekolah tingkat SD untuk seragam tempahan mencapai Rp155.000 per pasang, sedangkan seragam non-tempahan merek Tioti dijual seharga Rp145.000 per pasang.
Sementara itu, harga seragam sekolah tingkat SMP untuk seragam tempahan mencapai Rp200.000 per pasang.
Adapun seragam merek Tioti dijual seharga Rp180.000 per pasang.
Harga seragam sekolah tingkat SMA dan sederajat juga berada pada kisaran yang sama.
Menurut Rina, kondisi penjualan seragam sekolah tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Biasanya, sejak awal bulan sebelum dimulainya tahun ajaran baru, toko sudah ramai didatangi pembeli.
Namun, hingga saat ini jumlah pembeli masih relatif sedikit.
"Penjualan baju seragam sekolah kali ini, untuk pembelian masih sepi dan berbeda dengan tahun yang lalu, biasa awal bulan sebelum masuk sekolah sudah ramai masyarakat membeli baju seragam sekolah," keluhnya.
Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Ajukan Kembali Pembangunan Sekolah Rakyat di Pegasing ke Kemensos
Pantauan wartawan TribunGayo.com di kawasan Jalan Perdagangan Pajak Bertingkat, Kota Kutacane, Kecamatan Babussalam, menunjukkan bahwa sejumlah toko yang menjual pakaian seragam sekolah masih tampak sepi.
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun lalu.
Diduga, sepinya pembeli dipengaruhi oleh kondisi perekonomian masyarakat yang masih belum pulih setelah terdampak bencana alam.
Salah seorang warga Desa Bambel, Kecamatan Bambel, Deni Affaldi mengaku kondisi ekonomi keluarganya saat ini cukup sulit sehingga pembelian seragam sekolah menjadi beban tersendiri.
"Saat ini lagi ekonomi sulit, untuk membeli baju seragam sekolah agak berat, karena tak memiliki penghasilan tetap, apalagi tahun ini anak perempuan saya akan masuk sekolah tingkat SMA," katanya.
Deni Affaldi mengaku akan membeli seragam sekolah untuk anaknya secara bertahap, karena ada beberapa pasang seragam yang harus disiapkan untuk tahun ajaran baru.
"Insyaallah, kita pelan-pelan membeli baju seragam sekolah, karena ada beberapa pasang baju seragam sekolah yang disiapkan tahun ajaran baru ini," pungkasnya. (*)
Baca juga: Saman Masuk Sekolah di Busan: Anak-anak Korea Selatan Belajar Kebersamaan dari Tanah Gayo