Lonjakan Wisatawan ke Kalbar Capai 14.754 Kunjungan, Malaysia Masih Dominasi
Maudy Asri Gita Utami July 01, 2026 08:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat melaporkan sektor pariwisata di provinsi tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup signifikan sepanjang Mei 2026. 

Momentum libur panjang, pelaksanaan berbagai agenda internasional, hingga meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan jumlah wisatawan, baik dari luar negeri maupun domestik. 

Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel di sejumlah daerah tujuan wisata di Kalimantan Barat.

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat selama Mei 2026 mencapai 14.754 kunjungan. 

Angka tersebut mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yakni sebesar 90,13 persen dibandingkan April 2026.

Tidak hanya meningkat secara bulanan, jumlah kunjungan wisatawan asing juga menunjukkan pertumbuhan positif apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan (year on year), kunjungan wisman ke Kalimantan Barat tercatat naik 34,52 persen.

• Lenora Fidelia, Remaja Sekadau Bermodal Latihan Mandiri Sabet Juara Putri Anak Kalbar 2026

Menurut Saichudin, meningkatnya arus wisatawan asing tidak terlepas dari adanya momentum libur panjang dan cuti bersama yang berlangsung sepanjang Mei 2026. 

Pada bulan tersebut terdapat beberapa hari libur nasional, di antaranya peringatan Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Raya Iduladha, yang turut mendorong tingginya mobilitas masyarakat.

Selain faktor libur panjang, penyelenggaraan sejumlah kegiatan bertaraf internasional di Kota Pontianak juga menjadi salah satu pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Kalimantan Barat.

"Selain adanya long weekend dan cuti bersama, peningkatan kunjungan juga didorong penyelenggaraan event internasional di Pontianak, salah satunya pertandingan bola voli yang diikuti peserta dari Iran, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand," ujar Saichudin.

Ia menjelaskan, sebagian besar wisatawan mancanegara memasuki wilayah Kalimantan Barat melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. 

Sementara itu, pintu masuk lainnya yang turut menyumbang kedatangan wisatawan asing adalah PLBN Aruk dan Bandara Supadio.

Dilihat dari negara asalnya, wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Kalimantan Barat. Kontribusinya mencapai 83,23 persen dari total wisatawan mancanegara yang datang selama Mei 2026. Setelah Malaysia, wisatawan terbanyak berasal dari Tiongkok dan Brunei Darussalam.

Di sisi lain, aktivitas perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga memperlihatkan tren peningkatan pada periode yang sama. 

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan domestik selama Mei 2026 mencapai 1.195.248 perjalanan atau naik sebesar 1,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Saichudin mengatakan, kenaikan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dipengaruhi oleh faktor yang hampir sama dengan peningkatan wisatawan asing. 

• Khusus Warga Kubu Raya! Jiwo Berikan Pemutihan Sambungan Air PDAM Ilegal, Sebelum Penindakan

Libur panjang, penyelenggaraan berbagai event internasional, serta berlangsungnya sejumlah pertemuan dan konvensi berskala nasional di Kota Pontianak menjadi pemicu meningkatnya mobilitas wisatawan domestik.

Berdasarkan data BPS, Kota Pontianak masih menjadi destinasi utama wisatawan nusantara di Kalimantan Barat dengan pangsa perjalanan mencapai 23 persen atau sebanyak 269.098 perjalanan.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kubu Raya yang mencatat pangsa perjalanan sebesar 16,47 persen, disusul Kota Singkawang dengan kontribusi sebesar 11,05 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara selama Mei 2026.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, turut memberikan dampak positif terhadap industri perhotelan di Kalimantan Barat. 

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel pada Mei 2026.

BPS mencatat tingkat penghunian kamar hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 2,50 poin dibandingkan April 2026. Sementara itu, hotel nonbintang juga mengalami peningkatan TPK sebesar 1,42 poin pada periode yang sama.

Apabila dibandingkan dengan Mei tahun sebelumnya, tingkat hunian hotel berbintang meningkat sebesar 5,83 poin, sedangkan hotel nonbintang mengalami kenaikan sebesar 1,10 poin.

Secara keseluruhan, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Mei 2026 tercatat mencapai 56,26 persen. Adapun hotel nonbintang membukukan tingkat hunian sebesar 28,96 persen.

Dari seluruh klasifikasi hotel berbintang, hotel bintang empat mencatat tingkat penghunian kamar tertinggi, yakni mencapai 59,70 persen. 

Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas pariwisata dan perjalanan bisnis di Kalimantan Barat selama Mei 2026, sekaligus menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata serta industri perhotelan di provinsi tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.