TRIBUNJAMBI.COM - Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) kembali membuktikan diri sebagai tuan rumah kompetisi hukum nasional yang disegani. UNJA Law Fair (ULF) 7.0 yang diselenggarakan oleh Law Science Organization (LSO) FH UNJA resmi ditutup pada Selasa, 24 Juni 2026, setelah serangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 17 Juni 2026.
Kegiatan ini berhasil menarik perhatian 35 perguruan tinggi dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Universitas Brawijaya.
Tahun ini, ULF 7.0 mengangkat tema “Penegakan Hukum Sumber Daya Alam dalam Menghadapi Eksploitasi dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”. Isu ini sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini, sekaligus mencerminkan kepekaan akademik FH UNJA terhadap persoalan lingkungan dan tata kelola sumber daya alam.
Rangkaian kegiatan mencakup lima cabang utama: Seminar Nasional, Kompetisi Debat Konstitusi Nasional, Kompetisi Esai Nasional, Internal Moot Court Competition, dan Environmental Law Video Contest. Seminar Nasional menghadirkan Prof. Dr. Retno S.H., M.Hum. sebagai narasumber, membahas tantangan penegakan hukum sumber daya alam di tengah tekanan eksploitasi ekonomi dan kepentingan pembangunan.
Dekan FH UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H., menyampaikan pesan kepada seluruh peserta dalam closing ceremony bahwa ajang ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar perlombaan.
“Kompetisi ini bukan sekadar menang dan kalah, dan juga bukan untuk memperoleh piala apapun. Kompetisi ini kita maknai sebagai sesuatu yang memang akan kita peroleh dengan pengetahuan, pengalaman, dan ilmu pengetahuan untuk kita ke depan,” ujar Dr. Hartati.
Kompetisi Debat Konstitusi Nasional menjadi puncak dari seluruh rangkaian lomba, dengan tim dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tampil sebagai juara dan berhak membawa pulang Piala Bergilir Prof. Fuad Bafadhal S.H. Kompetisi Esai Nasional dimenangkan oleh Jose Ronalaff Hutahaean dari Universitas Gadjah Mada. Environmental Law Video Contest diraih oleh Tim Onrecht Manrect dari Universitas Andalas yang beranggotakan Rafi, M. Ikhsan, dan Muzadi.
Adapun Internal Moot Court Competition direbut oleh Tim Veritas.
Keberhasilan penyelenggaraan ULF 7.0 ini mencerminkan komitmen FH UNJA dalam mendorong budaya akademik yang kompetitif dan berwawasan kebangsaan. ULF akan terus hadir setiap tahun sebagai agenda nasional yang memperkuat peran FH UNJA sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan hukum dan kesadaran hukum di Indonesia.
Baca juga: Bansos BLT Dana Desa Rp300 Ribu Kembali Cair, Ini Syarat dan Cara Cek Penerima
Baca juga: Rekam Jejak Saepul Bahri Binzein, Bupati Purwakarta Disorot Usai Lagunya Merendahkan Perempuan