Senangnya Pedagang Molen di Malang Cicilan Rumahnya Bulan Ini Dibayar Menteri Perumahan: Masih Sisa
Ndaru Wijayanto July 01, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luluul

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Yeni Puji Lestari (45) tak bisa menutupi rasa senangnya usai mendapat bantuan angsuran perumahan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Bantuan dari kantong pribadi Maruarar ini diberikan saat kunjungan kerja ke Perumahan Lawang Park Residence 2, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka realisasi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dalam kunjungannya, Maruarar menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga. Di antaranya Yeni. Ia mengaku baru tinggal di perumahan ini satu bulan lamanya.

Selama dialog, Maruarar mengeluarkan sejumlah uang dari kantong pribadinya. Kemudian ia menyerahkan sejumlah uang kepada Yeni untuk pembayaran angsuran perumahan dalam satu bulan.

"Alhamdulilah senang banget dapat bantuan dari Pak Menteri. Tadi dikasih Rp 1,4 juta buat bayar angsuran Rp 1,072 juta tapi ini masih sisa," ucap Yeni dengan menunjukkan selembaran uang dari Maruarar.

Baca juga: Prabowo Janji ke Buruh Buat Cicilan KPR Bisa sampai 40 Tahun: Tak Mungkin Lari Kemana-mana

"Sebelumnya saya tinggal sama orang tua di Desa Mulyoarjo. Kemudian pengen cari-cari rumah, lalu saya lihat di Facebook ada rumah subsidi ini," kata Yeni ketika dikonfirmasi. 

Ia mulai mencari rumah pada 2024 silam. Setelah mendapatkan informasi dari Facebook lalu ia meninjau ke rumah yang ia tempati sekarang. 

Perumahan ini dijual dengan harga Rp 166 juta dengan spesifikasi dua kamar, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur. Melalui program FLPP ini, Yeni membayar uang muka sebesar Rp 1,6 juta dengan masa cicilan 20 tahun. 

"Setelah lihat kami proses BI Checking langsung ACC, nggak sampe dua bulan udah akad. Per bulannya kami bayar Rp 1.072.000," sambungnya. 

Sehari-hari Yeni bersama suaminya berjualan molen mini di Pasar Lawang. Penghasil bersihnya dalam waktu sebulan kurang lebih Rp 3 juta.

Sementara itu, Maruarar Sirait memberikan nilai 8,5 kepada pengembang. Sebab dari hasil peninjauannya, sejumlah fasilitas pada perumahan ini dinilai bagus. 

"Saya kasih nilai 8,5 . Karena apa? Airnya bagus, rumahnya saya cek sudah tiga rumah, dalamnya bagus, sudah dobel tembok. Saya cek dengan warga langsung dan dengan sampling yang banyak," imbuh Maruarar.

Ia menyampaikan pada program FLPP, target rumah subsidi di Jawa Timur pada tahun ini sebanyak 40 ribu unit. Namun yang sudah terealisasi sebanyak 8.600 unit. 

"Presiden Prabowo sudah memberikan kemudahan dengan digratiskan BPHTB, PBG, DP1 persen, bunganya 5 persen. Tenor atas arahan Presiden Prabowo yang pro-rakyat diperpanjang bisa jadi 40 tahun, supaya rakyat bisa nyicilnya lebih murah," sambungnya. 

Untuk mencapai target 40 ribu unit, Maruarar meminta kepada pengembang di Jawa Timur agar mengebut pembangunan rumah bersubsidi.

Terpisah, Direktur Utama PT Wizz Bangun Persada selaku developer Lawang Park Residence 2, Afwan Syahid bersyukur atas apresiasi Maruarar.

"Alhamdulillah kamu sudah bisa membangun perumahan di Kabupaten Malang, Pasuruan, Mojokerto kurang lebih sekitar 2.000 unit, dan Insyaallah di tahun ini kita targetnya 1.000 unit per tahun," imbuh Afwan. 

Di Perumahan Lawang Park Residence 2 kurang lebih 380 unit yang terbangun di atas tanah seluas 4 hektar. Kurang lebih yang sudah dihuni sebanyak 250-300 unit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.