TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Di balik kesibukannya sebagai penyanyi, Keisya Levronka pernah mengambil keputusan besar yang mengubah perjalanan kariernya.
Pelantun lagu Tak Ingin Usai itu memilih menghentikan sementara seluruh aktivitas di dunia hiburan demi mendampingi sang adik, Lexi Valleno Havlenda, yang mengalami kecelakaan serius saat mengikuti kegiatan mahasiswa pada April 2023.
Insiden tersebut terjadi ketika Lexi mengikuti kegiatan caving atau panjat tebing (wall climbing) yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi mahasiswa di lingkungan kampusnya.
Kecelakaan itu menyebabkan Lexi mengalami luka berat yang mengancam keselamatan jiwanya sehingga harus menjalani perawatan intensif dalam waktu yang cukup lama.
Menghadapi kondisi tersebut, Keisya mengaku tidak berpikir panjang untuk mengesampingkan pekerjaannya sebagai penyanyi.
Ia memilih menolak berbagai tawaran pekerjaan selama beberapa bulan agar dapat fokus menemani sang adik menjalani proses pemulihan, baik secara fisik maupun mental.
• Minat Naik Pesawat di Kalbar Menurun, BPS Sebut Dipicu Harga Tiket yang Masih Mahal
"Perjuangannya, sebenarnya bukan cuma perjuangan adik, tapi perjuangan aku, Mamah, kita semua lah ya. Satu keluarga itu berat banget sih prosesnya dari awal. Benar-benar aku juga sempat nggak mau ngambil kerjaan selama beberapa bulan karena masukin dia," kata Keisya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu 1 Juli 2026.
Keisya menuturkan dirinya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Lexi sejak kecil. Kedekatan tersebut membuat dirinya sangat terpukul ketika melihat kondisi sang adik yang harus berjuang melawan cedera serius di rumah sakit.
Bahkan, rasa sedih yang dirasakannya sempat ia tuangkan ke dalam sebuah lagu yang khusus dibuat untuk sang adik sebagai bentuk dukungan dan ungkapan kasih sayang.
"Aku sempat bikin lagu juga buat Adik, karena kenapa aku sempat se-patah hati itu, karena aku yang paling pusing mikirin adikku itu."
"Dekat banget, dari kecil memang dekat banget, kita makan sepiring berdua lah ibaratnya. Benar-benar sedekat itu," kenang Keisya.
Selama masa perawatan, Keisya hampir selalu berada di sisi sang adik. Ia mengungkapkan rela menghabiskan malam di rumah sakit dan tidur di sofa demi memastikan kondisi Lexi terus terpantau.
"Cuman pas kemarin lihat dia malam, karena dia di rumah sakit, aku tidur kan di sofa, dia selama berapa bulan itu cuman bisa tahan doang, kita harus nyuapin," tambahnya.
Meski kondisi Lexi kini berangsur membaik setelah melalui serangkaian tindakan medis dan masa pemulihan yang panjang, dampak kecelakaan tersebut masih dirasakan hingga sekarang.
Lexi mengaku aktivitas sehari-harinya belum sepenuhnya kembali normal dan masih membutuhkan terapi serta dukungan dari keluarga.
• Bhayangkari Kapuas Hulu Tampilkan Atraksi Bongkar Pasang Senjata pada HUT Bhayangkara ke-80
"Kalau sekarang mungkin saraf sama pen sih, dari kegiatan sehari-hari masih lumayan terganggu, belum bisa berjalan normal lah kegiatan sehari-harinya. Jadi masih perlu, perlu support ya," ujar Lexi.
Sebagai informasi, kecelakaan yang dialami Lexi terjadi pada April 2023 saat mengikuti kegiatan caving atau panjat tebing yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi mahasiswa di kawasan Grogol, Jakarta Barat.
Saat kegiatan berlangsung, alat pengaman yang dikenakannya diduga terlepas sehingga ia terjatuh dari ketinggian lantai enam.
Akibat insiden tersebut, Lexi mengalami berbagai cedera berat, di antaranya tulang ekor yang hancur hingga harus dipasang pen, trauma pada ginjal, paru-paru yang terendam darah, serta robekan pada organ hati.
Setelah menjalani perawatan intensif dan proses rehabilitasi yang panjang, kondisinya kini terus menunjukkan perkembangan meski pemulihan masih harus dilanjutkan secara bertahap. (*)