Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Proyek gas raksasa Blok Masela yang selama hampir tiga dekade belum juga memasuki tahap pembangunan fisik kini memasuki babak baru.
Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut pada 16 Juli 2026.
Kabar itu disampaikan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto saat bertemu dengan insan pers di Ambon, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Baru 3 Bulan di Maluku, Pangdam Pattimura Fokus Benahi Gunung Botak dan Kawal Blok Masela
Baca juga: Marthinus Hukom Sentil Mutasi Polri di Hari Bhayangkara: Bukan TR Kapolri, Tapi Surat Undangan
Menurut Dody, rencana kehadiran Presiden menjadi penanda bahwa salah satu proyek strategis nasional terbesar di Indonesia akhirnya bergerak menuju tahap pelaksanaan setelah puluhan tahun menghadapi berbagai persoalan.
"Insya Allah tanggal 16 Juli 2026 mendatang Bapak Presiden dijadwalkan hadir dan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Dody.
Ia mengatakan, Blok Masela merupakan satu dari dua isu strategis nasional di Maluku yang selama ini belum terselesaikan.
Namun kini, kata dia, berbagai hambatan yang mengiringi proyek tersebut mulai menemukan jalan keluar.
"Ada dua isu nasional di Maluku yang selama ini belum terpecahkan, yakni Gunung Botak dan Blok Masela. Alhamdulillah sekarang keduanya mulai terselesaikan," ujarnya.
Sengketa Lahan Disebut Sudah Tuntas
Dody menjelaskan, salah satu persoalan utama yang selama ini menghambat pembangunan Blok Masela adalah penyelesaian lahan di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Menurutnya, persoalan tersebut kini telah diselesaikan melalui kesepakatan bersama masyarakat dan pemerintah.
"Alhamdulillah semuanya telah clear. Warga telah sepakat, tidak ada lagi pergantian lahan. Yang ada adalah pembayaran ganti rugi tanam tumbuh sesuai aturan," jelasnya.
Ia mengungkapkan, Tim Terpadu yang dipimpin Sekretaris Daerah Maluku telah menyelesaikan proses pendataan dan penghitungan nilai tanam tumbuh pada lahan seluas sekitar 662 hektare.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan proses pembayaran kepada masyarakat sesuai hasil pendataan tersebut.
Pangdam Bertolak ke Jakarta
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Pangdam XV/Pattimura dijadwalkan bertolak ke Jakarta guna melaporkan perkembangan terakhir kepada pemerintah pusat.
Laporan tersebut mencakup kesiapan lokasi groundbreaking hingga situasi keamanan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjelang kunjungan Presiden.
Menurut Dody, pengamanan di wilayah Tanimbar saat ini berada di bawah koordinasi langsung Inspektur Kodam XV/Pattimura, Brigjen TNI Muhammad Ali, yang telah berada di lokasi selama sekitar satu bulan terakhir.
"Kami ingin memastikan seluruh persiapan, baik pembangunan maupun pengamanan, benar-benar siap sebelum Presiden hadir," katanya.
Gunung Botak Juga Mulai Ditata
Selain Blok Masela, Pangdam juga mengungkapkan perkembangan penataan kawasan tambang emas Gunung Botak di Kabupaten Buru.
Ia mengatakan, tata kelola pertambangan rakyat mulai berjalan setelah enam dari sepuluh koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) telah memulai aktivitas sesuai mekanisme yang ditetapkan.
"Kami akan terus mendampingi dan mengawal agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dody optimistis, penyelesaian dua persoalan besar tersebut akan menjadi tonggak penting bagi percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Maluku.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, maka peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Juli mendatang akan menjadi momen bersejarah bagi perjalanan Proyek Strategis Nasional Blok Masela yang telah menunggu realisasi selama 27 tahun.(*)