Rudi Garcia Gempur Tembok Keberuntungan, Kebangkitan Belgia Bukan Keberuntungan
Drajat Sugiri July 02, 2026 09:28 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Belgia menjadi tim terkini yang menyajikan drama di Piala Dunia 2026 dengan bangkit dari ketertinggalan di menit-menit akhir.

Belgia melakukan itu dengan mengalahkan Senegal dengan skor 3-2 pada Kamis (2/7/2026) di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat.

Gol telat di waktu normal dan babak tambahan dari Romelu Lukaku dan dua kali dari Youri Tielemans membuat Belgia berhak melangkah ke 32 besar.

"Saat ini Belgia sedang dalam masa transisi, mereka datang dengan muka-muka baru seperti Jeremy Doku, hingga Alexis Saelemaekers," ungkap Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Jadi itu bakal menjadi tantangan besar bagi Belgia di turnamen kali ini," ungkapnya.

Baca juga: Tielemans Pemilik Rekor Gol Telat, Belgia Tak Masuk Akal Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026

Setelah melewati berbagai tantangan di fase grup, Belgia kembali mendapatkan tantangan yang tak kalah berat dari Senegal.

Mereka tertinggal 2-0 dari wakil Afrika itu selama 86 menit pertandingan berlangsung.

Hal yang membuat situasi seolah semakin parah adalah dengan keputusan pelatih Rudi Garcia menarik keluar Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku di menit ke-56 secara bersamaan.

Sesuatu yang barangkali tak akan dilakukan banyak pelatih saat timnya tertinggal dengan defisit dua gol.

Namun Garcia berani mengambil itu semua dengan mengganti memasukkan Nico Raskin dan Dodi Lukebakio.

Padahal KDB hingga babak 32 besar Piala Dunia menjadi salah satu pemain tengah yang mencetak peluang terbanyak bagi timnya.

KDB membikin 9 kali peluang bagi Belgia yang sayangnya tak semuanya bisa dikonversi.

Namun Belgia tak cuma membutuhkan 'otak' saja di waktu krusial.

Mereka membutuhkan kehadiran fisik yang kuat dan bisa menekan lawan dengan konsisten.

Itulah yang diberikan Raskin dan Lukebakio di posisi masing-masing.

Ditambah lagi, Rudi Garcia mengaku sudah tahu Senegal bakal bertahan dalam di ujung babak kedua.

"Saya tahu tipikal permainan mereka (Senegal). Mereka akan bertahan sangat dalam ketika sudah unggul 2-0," kata Garcia selepas laga.

"Padahal itu adalah kesalahan besar dan itu pula yang mengingatkan saya untuk tidak pernah melakukan hal yang sama ketika sudah unggul 2-0."

"Ketika lawan berhasil mencetak satu gol dan keadaan menjadi 2-1, situasinya akan menjadi berbeda. Momentum bisa terbangun dengan sangat cepat," sambungnya.

Dua gol Belgia di waktu normal hadir dari skema yang nyaris sama.

Para pemain membanjiri kotak penalti lawan untuk memperbesar peluang berbahaya yang bisa tercipta.

Kombinasi antara umpan silang dan umpan pendek ke dalam kotak penalti akhirnya bisa berbuah hasil bagi Belgia.

Hitungan yang tepat dari Rudi Garcia untuk tak menyerah hingga akhir dan tak melepaskan momentum pertandingan.

Pada akhirnya, Belgia-lah yang berhak melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sisa generasi terbaik Belgia masih diwakili oleh Thibaut Courtois yang konsisten berada di atas lapangan selama 90 menit.

Sedangkan Kevin De Bruyne nampaknya harus lebih legawa beriringan dengan status starter dan digantikan di babak kedua.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.