Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Sudah hampir sepekan tumpukan sampah terlihat di sepanjang jalan, mulai dari kawasan Hawai hingga jalan masuk Pasar Lama, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Kondisi ini dikeluhkan oleh warga sekitar karena mulai menimbulkan bau tak sedap dan menganggu perjalanan.
Seorang warga Kampung Kehiran di Sentani, Baranita Sokoy (30) berharap dinas terkait bisa segera mengatasi permasalahan sampah tersebut.
Baca juga: Bikin Kumuh Ibu Kota Papua, Sampah Liar di Kawasan Skyland Jayapura Mulai Ancam Kebun Milik Warga
"Saya lihat sudah enam hari sampah belum diangkat. Masyarakat akhirnya membuang sampah di pinggir jalan di wilayah Kehiran, Pasar Lama, dan Pasar Baru. Ini sangat meresahkan warga karena bisa membawa penyakit. Kami berharap pemerintah segera melihat hal ini. Di Pasar Lama juga kondisinya sama, masyarakat yang lewat merasa sangat terganggu. Sampah harus segera dieksekusi," ujar Baranita.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen menjelaskan, endala utama keterlambatan ini disebabkan oleh masalah operasional bahan bakar.
SPBU Pertamina Lasminingsih di Jalan Hawai menghentikan pelayanan bahan bakar solar selama lima hari, terhitung sejak 26 Juni 2026.
Penghentian ini dikabarkan karena adanya pemeriksaan dan sanksi administrasi di SPBU tersebut.
Akibatnya, armada truk sampah dan kendaraan operasional kebersihan DLH tidak dapat mengisi bahan bakar.
"Oleh karena itu, pengangkutan sampah di wilayah Sentani Kota dan sekitarnya sempat terhambat bahkan terhenti," kata Salmon melalui panggilan telepon, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pungut Sampah di Kali Anafre, Wamendagri Sentil Kinerja Pejabat Papua
Namun, Salmon memastikan bahwa per hari ini armada kebersihan sudah kembali beroperasi secara bertahap untuk membersihkan wilayah yang terdampak.
"Hari ini, puji Tuhan, sampah-sampah sudah mulai diangkat," ujarnya.
Selain masalah bahan bakar, Salmon juga membeberkan kendala lain yang dihadapi DLH Kabupaten Jayapura, yaitu kondisi fisik kendaraan.
Banyak roda atau ban pada truk armada pengangkut sampah yang saat ini sudah aus dan tidak layak pakai untuk pelayanan kebersihan.
Meskipun mendesak, pihak dinas tidak mau memaksakan operasional kendaraan yang tidak aman. "Kami tetap harus mengutamakan keselamatan sopir dan tenaga pengangkut di lapangan," ujarnya. (*)