Flu Babi Afrika Ancam Peternakan di Polman, 83 Ekor Babi Sudah Mati
Abd Rahman July 02, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,POLMAN- Sebanyak 83 ekor babi ternak di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dilaporkan mati akibat dugaan serangan African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika. 

Menyusul kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Polman menerbitkan surat imbauan kewaspadaan bagi peternak untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas.

Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnaini Bagenda, mengatakan surat imbauan ditujukan kepada peternak di wilayah yang memiliki populasi babi cukup tinggi dan berisiko terdampak penularan ASF.

Baca juga: 2 Ramalan Zodiak Hari Ini,Taurus dan Pisces Jalani Hari Penuh Kebahagiaan, Kabar Baik Datang

Baca juga: 21 Entitas Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ada 400 Lebih Posisi Strategis, Segera Daftar!

Empat kecamatan yang menjadi fokus kewaspadaan yakni Binuang, Polewali, Matakali, dan Tapango. 

Adapun wilayah yang masuk dalam imbauan meliputi Desa Mammi di Kecamatan Binuang, Kelurahan Takatidung, Sulewatang, dan Darma di Kecamatan Polewali, Desa Pasiang dan Desa Indomakombong di Kecamatan Matakali, serta Desa Riso di Kecamatan Tapango.

"Surat imbauan ini khususnya pada empat kecamatan sebagai wilayah yang memiliki populasi babi berisiko tinggi," kata Isnaini, Kamis (2/7/2026).

Selain menerbitkan imbauan, petugas kesehatan hewan melakukan penyemprotan disinfektan di kandang, pemberian vitamin, obat-obatan, dan serum ASF sebagai langkah menekan penyebaran penyakit.

Peternak juga diminta meningkatkan biosekuriti dengan menjaga kebersihan kandang serta mengubur atau membakar bangkai babi yang mati agar virus tidak menyebar ke ternak lainnya.

"Langkah-langkah yang telah dilakukan berupa pemberian obat dan vitamin, pemberian serum ASF, serta peningkatan biosecurity dengan desinfeksi kandang," ujarnya.

Data Puskeswan Mapilli mencatat, 83 babi yang mati berasal dari total populasi 312 ekor milik 17 peternak di Dusun Salupaku, Desa Indomakombong, Kecamatan Matakali.

Petugas telah mengambil sampel ternak yang mati untuk diuji di laboratorium. 

Dugaan sementara, kematian tersebut disebabkan virus ASF yang sebelumnya juga pernah menyerang wilayah Polewali Mandar pada 2023.

Menurut Isnaini, wabah diduga bermula dari seekor babi yang dibawa dari Kabupaten Mamasa untuk keperluan hajatan warga. 

Hewan itu disebut dalam kondisi sakit sebelum disembelih, kemudian diduga menjadi sumber penularan ke ternak lain di Dusun Salupaku.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.