24 SMP Negeri di Ponorogo Belum Memenuhi Kuota SPMB 2026: Sekolah Pinggiran Sepi Peminat
Cak Sur July 02, 2026 03:07 PM

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Sebanyak 24 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), tercatat belum memenuhi kuota pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Sekolah yang belum memenuhi pagu tersebut mayoritas berada di wilayah kecamatan pinggiran.

Sebaliknya, enam SMP Negeri yang berlokasi di wilayah Kecamatan Ponorogo Kota justru kelebihan pendaftar hingga harus menolak siswa baru.

Kondisi tersebut, menunjukkan adanya ketimpangan animo pendaftar di wilayah perkotaan dibandingkan dengan sekolah di daerah pinggiran.

Penjelasan Dinas Pendidikan Ponorogo

Ketua SPMB Ponorogo, Farida Nuraini, mengonfirmasi bahwa dari total 56 SMP Negeri yang ada, 24 sekolah belum memenuhi pagu.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa secara umum penyerapan lulusan SD ke jenjang SMP Negeri sudah cukup tinggi.

"Ada 24 sekolah SMP Negeri yang tidak memenuhi kuota dari 56 SMP Negeri. Semua di pinggiran atau di luar Kecamatan Ponorogo," ungkap Farida Nuraini saat ditemui SURYA.co.id di SMPN 3 Ponorogo pada Kamis (2/7/2026).

Farida, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, menjelaskan bahwa total lulusan SD di Bumi Reog mencapai 7.000 siswa. Sebanyak 5.600 siswa di antaranya telah terserap ke SMP Negeri.

"Dari hasil pemetaan kita, 80 persen lulusan SD di Kabupaten Ponorogo sudah masuk ke SMP Negeri. Tahun ini animo untuk masuk ke SMP Negeri memang lebih tinggi," tambahnya.

Daftar Sekolah dengan Kekurangan Pagu

Berikut adalah beberapa SMP Negeri yang belum memenuhi kuota pendaftaran:

  1. SMPN 1 Siman kurang 20 anak

  2. SMPN 3 Slahung kurang

  3. SMPN 1 Sukorejo kurang 24 anak

  4. SMPN 2 Sampung kurang 31 anak

  5. SMPN 2 Badegan Kurang 20 anak

  6. SMPN 1 Sooko kurang 38 anak

  7. SMPN 3 Sampung kurang 29 anak

  8. SMPN 2 Bungkal Kurang 38 anak

  9. SMPN 1 SAWOO kurang 83 anak

  10. SMP 2 Sooko kurang 20 anak

  11. SMP N 1 Badegan kurang 6 anak

  12. SMPN 2 Jenangan kurang

  13. SMPN 1 Pudak kurang 40 anak

  14. SMPN 4 Sawoo kurang 21 anak

  15. SMPN 5 Ngrayun kurang 44

  16. SMPN 1 Babadan kurang 48

  17. SMPN 2 Jetis

  18. SMPN 5 Sawoo

  19. SMPN 1 Sampung kurang 36

  20. SMPN 2 Satu Atap Jambon kurang 43

  21. SMPN 1 Slahung kurang 24

  22. SMPN 3 Sambit kurang 18

  23. SMPN 2 Babadan kurang 32

  24. SMPN 4 Ngrayun kurang 26

Respons Pemkab Ponorogo

Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Ponorogo, Agus Sugiarto, menyatakan telah menerima laporan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri. Data ini akan dijadikan landasan untuk perbaikan sistem di masa mendatang.

"Memang telah mendapatkan laporan. Tentu akan menjadi bahan evaluasi kami bersama," tegas Agus Sugiarto singkat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait disparitas jumlah siswa antarwilayah sekolah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 24 SMP Negeri yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru agar distribusi pendidikan lebih merata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.