SURYA.CO.ID, PONOROGO - Sebanyak 24 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), tercatat belum memenuhi kuota pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Sekolah yang belum memenuhi pagu tersebut mayoritas berada di wilayah kecamatan pinggiran.
Sebaliknya, enam SMP Negeri yang berlokasi di wilayah Kecamatan Ponorogo Kota justru kelebihan pendaftar hingga harus menolak siswa baru.
Kondisi tersebut, menunjukkan adanya ketimpangan animo pendaftar di wilayah perkotaan dibandingkan dengan sekolah di daerah pinggiran.
Ketua SPMB Ponorogo, Farida Nuraini, mengonfirmasi bahwa dari total 56 SMP Negeri yang ada, 24 sekolah belum memenuhi pagu.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa secara umum penyerapan lulusan SD ke jenjang SMP Negeri sudah cukup tinggi.
"Ada 24 sekolah SMP Negeri yang tidak memenuhi kuota dari 56 SMP Negeri. Semua di pinggiran atau di luar Kecamatan Ponorogo," ungkap Farida Nuraini saat ditemui SURYA.co.id di SMPN 3 Ponorogo pada Kamis (2/7/2026).
Farida, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, menjelaskan bahwa total lulusan SD di Bumi Reog mencapai 7.000 siswa. Sebanyak 5.600 siswa di antaranya telah terserap ke SMP Negeri.
"Dari hasil pemetaan kita, 80 persen lulusan SD di Kabupaten Ponorogo sudah masuk ke SMP Negeri. Tahun ini animo untuk masuk ke SMP Negeri memang lebih tinggi," tambahnya.
Berikut adalah beberapa SMP Negeri yang belum memenuhi kuota pendaftaran:
SMPN 1 Siman kurang 20 anak
SMPN 3 Slahung kurang
SMPN 1 Sukorejo kurang 24 anak
SMPN 2 Sampung kurang 31 anak
SMPN 2 Badegan Kurang 20 anak
SMPN 1 Sooko kurang 38 anak
SMPN 3 Sampung kurang 29 anak
SMPN 2 Bungkal Kurang 38 anak
SMPN 1 SAWOO kurang 83 anak
SMP 2 Sooko kurang 20 anak
SMP N 1 Badegan kurang 6 anak
SMPN 2 Jenangan kurang
SMPN 1 Pudak kurang 40 anak
SMPN 4 Sawoo kurang 21 anak
SMPN 5 Ngrayun kurang 44
SMPN 1 Babadan kurang 48
SMPN 2 Jetis
SMPN 5 Sawoo
SMPN 1 Sampung kurang 36
SMPN 2 Satu Atap Jambon kurang 43
SMPN 1 Slahung kurang 24
SMPN 3 Sambit kurang 18
SMPN 2 Babadan kurang 32
SMPN 4 Ngrayun kurang 26
Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Ponorogo, Agus Sugiarto, menyatakan telah menerima laporan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri. Data ini akan dijadikan landasan untuk perbaikan sistem di masa mendatang.
"Memang telah mendapatkan laporan. Tentu akan menjadi bahan evaluasi kami bersama," tegas Agus Sugiarto singkat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait disparitas jumlah siswa antarwilayah sekolah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 24 SMP Negeri yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru agar distribusi pendidikan lebih merata.