Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Tukang urut di Bandar Lampung, Parsilah (55) terharu dua anaknya yang merupakan calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA, dikunjungi Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.
Baca Juga: 270 Siswa Sekolah Rakyat Kota Baru Lampung Segera Diumumkan
Mengenakan jilbab hijau, Jihan didampingi Kadisdikbud Lampung, Thomas Amirico mengunjungi rumah warga Jalan Mayor Salim Batubara (dekat Madrasah Aliyah Hasanuddin), Bandar Lampung.
Meskipun sinar matahari menyengat namun tak menyurutkan niat adik dari Chusnunia Chalim atau Nunik ini untuk bersilaturahmi dengan calon siswa SR.
Isu putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi masih menjadi momok bagi sebagian warga.
Namun secercah harapan baru saja menghampiri keluarga Parsilah dan Sudarto (65) dan dua anak mereka, Dewi Nurhafizah (calon siswa SMA) dan Edi Kurniawan (calon siswa SMP).
Keduanya dipastikan dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat berkat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
Kebahagiaan ini memuncak saat Wagub Jihan Nurlela, meninjau langsung kediaman mereka untuk memberikan sosialisasi mengenai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dimulai pada 13 Juli mendatang.
Diketahui sehari-hari, Parsilah bekerja sebagai tukang urut keliling, sementara suaminya bekerja serabutan.
Penghasilan mereka jauh dari kata pasti.
"Ya namanya tukang urut, sama kayak orang kerja bangunan. Kadang kalau lagi banyak, seminggu bisa dapat Rp 400 ribu. Tapi kalau lagi enggak ada, ya sebulan penuh nganggur, diam saja," tutur Parsilah dengan mata berkaca-kaca.
Parsilah menjelaskan bahwa uang hasil mengurut sebesar Rp100 ribu hingga Rp 200 ribu biasanya ia putar kembali agar dapur tetap ngebul.
Keterbatasan ini sempat membuat Parsilah berkecil hati untuk menyekolahkan anaknya setinggi mungkin.
"Anak saya memiliki cita-cita yang besar. Edi ingin menjadi seorang dokter, sedangkan Dewi bermimpi menjadi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad)," kata Parsilah saat diwawancarai Tribun Lampung, Kamis (2/7/2026).
"Alhamdulillah anak saya bisa melanjutkan sekolah, saya juga berharap cita-cita anak-anak saya tercapai," terusnya.
"Karena mungkin cita-cita anak saya bisa berjalan dari sini awalnya," ungkap Parsilah penuh rasa syukur.
Ia juga merasa lega karena Sekolah Rakyat berada di Lampung, sehingga ia masih bisa menjenguk buah hatinya tanpa harus terkendala ongkos yang mahal.
Wagub Jihan memastikan fasilitas dan bedah rumah kepada keluarga Parsilah.
Pihaknya menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas pendidikan, tetapi juga menyasar kesejahteraan keluarga melalui program integrasi.
"Setelah lihat-lihat rumah tinggalnya, nanti akan kita integrasikan dengan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). InsyaAllah diberikan bantuan stimulan untuk pembangunan swadaya rumah ibu dan bapak," papar Jihan.
Terkait sistem asrama di Sekolah Rakyat, Jihan meminta orang tua tidak perlu cemas mengenai hak dan fasilitas selama siswa menempuh pendidikan.
"Tentu kami kawal semua hak dan fasilitas yang memang untuk siswa, untuk orang tua, dan lain sebagainya. InsyaAllah terpenuhi sebagaimana standar yang ada," tegas Wagub Jihan.
Jihan menambahkan, orang tua tetap diperbolehkan berkomunikasi dan menjenguk siswa secara berkala.
"Bisa komunikasi, kayak di pesantren atau asrama gitulah. Tapi jangan sering-sering, biar anaknya mandiri dan cepat betah, enggak homesick," ucapnya.
Pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah pusat, karena Sekolah Rakyat merupakan program bentukan Presiden yang diadopsi di Lampung guna menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas SDM.
Khususnya bagi anak-anak yatim piatu atau dari keluarga kurang mampu.
"Saat ini, total daya tampung Sekolah Rakyat mencapai 413 siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kota Baru dan Lampung Timur," ungkapnya.
Menatap target 10 tahun ke depan, Wagub Jihan menyatakan Pemprov Lampung siap mengambil alih dan mendukung penuh jika program ini nantinya dilepas oleh pemerintah pusat ke daerah.
"Harapan kami tentunya Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari ekosistem pembangunan, utamanya di sektor pendidikan," kata Jihan.
Pemprov Lampung bersiap memfasilitasi serta mendukung penuh program dari pemerintah pusat.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)