WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Kesehatan memiliki inovasi Tombol Sirine. Layanan inovasi itu bagi warga yang mengalami sakit bisa dijemput langsung oleh petugas untuk dibawa ke rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, mengatakan, inovasi aplikasi Tombol Sirine itu bisa diunggah di Playstore.
Warga bisa memasukkan identitasnya ke dalam aplikasi tersebut. Dan jika ada keadaan darurat bisa menekan tulisan tombol sirine berwarna merah.
Kemudian, petugas Public Safety Center (PSC) 119 Dinkes akan datang ke alamat pasien untuk dijemput dan dibawa ke rumah sakit.
"Inovasi jemput bola pasien sakit bisa kita, PSC 119 bisa dibantu untuk dijemput dan diantarkan di rumah skait. Ini ada inovasi tombol sirine, dengan menekan tombol itu akan terhubung ke kantor PSC 119 dan akan langsung menjemput ke lokasi," kata Arief saat ditemui di kantornya pada Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini warga yang memanfaatkan aplikasi itu baru 20-30 per bulan. Dan aplikasi itu baru diunggah sekitar 1.300 pengguna.
Untuk itu, pihaknya akan terus gencar menyosialisasikan inovasi layanan yang telah diluncurkan pada tahun 2022 tersebut.
"Kita terus gencar sosialisasikan, karena selama ini layanan jemput bola pasien, masyarakat lebih banyaknya kontak langsung petugas PSC 119 di wilayahnya masing-masing," kata Arief.
Baca juga: Siap Unjuk Bukti Asli, Jokowi Bakal Hadir Langsung di Sidang Ijazah Palsu Dr Tifa!
Ia menambahkan, Dinkes juga memiliki program DALANG, singkatan dari "Datangi Layani Sepenuh Hati". Sehingga, warga Kabupaten Bekasi yang sakit dan tidak bisa ke Puskesmas akan didatangi petugas ke rumahnya, untuk dilakukan pemeriksaan hingga pemberian obat.
"Inovasi-inovasi itu sebagai bentuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan di masyarakat," kata Arief.
Dinkes Kabupaten Bekasi juga menjalankan sejumlah program nasional maupun provinsi seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatannya tanpa perlu harus sakit terlebih dahulu. Kemudian, ada penanganan Kusta, Tuberkulosis, dan Posyandu.
"Kami juga berupaya lakukan peningkatan fasilitas kesehatan sendiri bekerjasama Dinas Cipta Karya. Untuk pembangunan baru Puskesmas, peningkatan Puskesmas agar menjadi lebih bagus, bersih dan ramah sehingga masyarakat menjadi tertarik berobat," jelas dia.
Saat ini, total Puskesmas di Kabupaten Bekasi ada sebanyak 55 yang tersebar di kecamatan dan desa. Tiap kecamatan ada satu, dua, maupun tiga Puskesmas.
Targetnya, per 30 ribu penduduk memiliki satu satu puskesmas. Adapun jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi sebanyak 3,2 juta. Sehingga butuh sekitar 100 Puskesmas.
"Kita baru 55, maka secara bertahap terkait fasilitas ini akan terus ditambah lagi jumlah Puskesmasnya. Disamping itu ada penambahan tenaga kesehatan seiring dengan nantinya ada penambahan Puskesmas baru," beber dia.
Arief mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi memanfaatkan seluruh layanan kesehatan. Seperti pada program CKG, walaupun tidak sakit bisa periksa ke Puskesmas untuk deteksi dini.
Lalu Posyandu-posyandu yang ada bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi orangtua untuk dimembawa bayi, balita termasuk ibu hamil untuk memeriksa kesehatan hingga mendapatkan imunisasi. (MAZ)