TRIBUNMANADO.CO.ID - SITARO - Warga Kampung Makalehi, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), digegerkan dengan penemuan puluhan kilogram bahan berbentuk kristal putih yang diduga merupakan sianida (CN) di kawasan pesisir Pantai Kiaeng Batu Lindongan III.
Benda mencurigakan tersebut ditemukan dalam kemasan karung berwarna kuning bertuliskan huruf China yang dibungkus plastik berwarna biru.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian setelah warga menemukan sejumlah ikan mati mengapung di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan bermula pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.
Seorang warga Kampung Makalehi Utara, Farli Kasiadi (32), sedang memancing ikan menggunakan teknik opase di perairan Pantai Kiaeng Batu Lindongan III.
Saat memancing, Farli melihat seekor gurita berada di dalam lubang karang.
Karena tidak memiliki alat untuk mengambil gurita tersebut, ia kemudian mencari bambu atau kayu di sekitar pantai yang akan digunakan untuk mencongkel gurita keluar dari persembunyiannya.
Ketika berjalan di pesisir pantai, Farli melihat sejumlah bungkusan yang terdampar di bibir pantai.
Bungkusan itu terikat rapi menggunakan plastik berwarna biru.
Rasa penasaran membuatnya mendekat dan memeriksa salah satu bungkusan yang sudah dalam kondisi sobek.
Di dalamnya terlihat karung berwarna kuning yang berisi butiran kristal putih berbentuk bulat.
Karena tidak mengetahui jenis benda tersebut, Farli memutuskan kembali melanjutkan aktivitas memancing hingga selesai.
Sekitar pukul 18.30 WITA, usai memancing, Farli menceritakan temuannya kepada iparnya, Elias Mamontho (40), seorang nelayan yang tinggal di Lindongan III Kampung Makalehi Utara.
Mendengar cerita tersebut, Elias langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 19.30 Wita untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan Farli.
Sesampainya di lokasi, Elias terkejut melihat sejumlah ikan dalam kondisi mati dan mengapung di sekitar perairan pantai.
Saat memeriksa lebih dekat, ia menemukan beberapa karung berwarna kuning bertuliskan huruf China yang berisi kristal putih berbentuk bulat dan masih terbungkus plastik biru.
Merasa temuan tersebut berpotensi membahayakan lingkungan maupun masyarakat, Elias segera melaporkannya ke Pospolsubsektor Makalehi.
Kapospolsubsektor Makalehi, AIPTU Gas Jefry Johanis, mengatakan dirinya menerima laporan warga sekitar pukul 20.30 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 21.00 Wita dirinya bersama Babinsa Makalehi, SERKA Wolter Karo, serta sejumlah warga langsung menuju lokasi penemuan.
Di lokasi, petugas mendapati beberapa ikan mati mengapung di sekitar pantai. Selain itu, ditemukan sejumlah karung berisi kristal putih yang diduga merupakan bahan kimia berbahaya jenis sianida (CN).
“Setelah menerima laporan masyarakat, kami langsung menuju lokasi bersama Babinsa dan warga. Di lokasi ditemukan beberapa ikan mati mengapung serta sejumlah karung berisi kristal putih yang diduga sianida. Untuk menghindari risiko lebih lanjut, barang tersebut segera kami evakuasi,” ujar AIPTU Gas Jefry Johanis.
Petugas bersama warga kemudian melakukan pengamanan terhadap seluruh barang yang ditemukan.
Sebanyak 10 koli atau karung berhasil dievakuasi dari lokasi dan ditumpuk di area yang aman di pinggir pantai untuk mengantisipasi agar tidak terbawa air laut saat pasang.
Keesokan harinya, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 08.00 Wita, seluruh barang tersebut diangkut menggunakan kendaraan roda empat dengan bantuan masyarakat setempat dan diamankan di Pospolsubsektor Makalehi.
Dari hasil pemeriksaan awal diketahui lima karung dalam kondisi bocor dan telah kemasukan air laut.
Untuk menghindari tumpahan yang lebih luas, isi karung tersebut kemudian dipindahkan ke dalam tong plastik berwarna biru yang ditempatkan di samping kantor Pospolsubsektor Makalehi.
Sementara lima karung lainnya masih dalam kondisi utuh dan tetap diamankan sebagai barang temuan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kandungan bahan yang ditemukan melalui pemeriksaan laboratorium.
Selain itu, penyelidikan juga dilakukan untuk mengungkap asal-usul barang tersebut dan bagaimana bisa terdampar di wilayah perairan Kampung Makalehi.
Penemuan benda yang diduga sianida tersebut menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap ekosistem laut serta aktivitas nelayan di wilayah tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun menyentuh benda mencurigakan yang ditemukan di pesisir pantai dan segera melaporkannya kepada aparat apabila menemukan barang serupa.
Kasus ini masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (Edu)
Baca juga: Nelayan Asal Sawang Sitaro Belum Ditemukan, Tim SAR dan Warga Terus Lakukan Pencarian