Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 101 Sekolah di Babel, Anggaran Capai Rp99,3 Miliar
Asmadi Pandapotan Siregar July 02, 2026 05:27 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan program revitalisasi Tahun 2026 untuk wilayah Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah, di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur pendidikan guna mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik.

Ia mengungkapkan, alokasi anggaran Program Revitalisasi Sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2025 mencapai Rp99,3 miliar yang dialokasikan untuk 101 satuan pendidikan.

"Program revitalisasi ini merupakan komitmen Presiden untuk mewujudkan pendidikan untuk semua sekaligus membangun sekolah yang aman, nyaman, dan layak. Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga sarana dan prasarana yang memadai," ujar Abdul Mu’ti.

Untuk Tahun 2026, kata dia, alokasi revitalisasi di Bangka Belitung sementara mencapai Rp44,38 miliar untuk 49 sekolah. 

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah pusat masih melakukan verifikasi dan validasi sekolah penerima bantuan.

Secara nasional, target revitalisasi sekolah pada 2026 juga akan diperluas secara signifikan. Dari target awal 11.744 sekolah, pemerintah berencana menambah sekitar 60 ribu sekolah, sehingga total sekolah yang akan direvitalisasi mencapai 71.744 satuan pendidikan.

FOTO BERSAMA -- Perwakilan sekolah penerima bantuan berfoto bersama usai penyerahan simbolis Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan 2026 di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026).
FOTO BERSAMA -- Perwakilan sekolah penerima bantuan berfoto bersama usai penyerahan simbolis Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan 2026 di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah)

Selain revitalisasi fisik sekolah, pemerintah juga mendorong transformasi pendidikan melalui program digitalisasi pembelajaran.

Abdul Mu’ti menyebut, pada 2025 pemerintah telah mendistribusikan 288.865 perangkat pembelajaran digital ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut akan kembali bertambah pada 2026 dengan target distribusi sekitar 800 ribu perangkat.

Menurutnya, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan kebutuhan listrik sekolah dapat terpenuhi seiring bertambahnya penggunaan perangkat digital.

"Sekolah yang belum memiliki akses internet juga akan didukung melalui jaringan satelit seperti Starlink agar pembelajaran digital tetap bisa berjalan," katanya.

Tak hanya infrastruktur, pemerintah juga memfokuskan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya guru.

Sebanyak 150 ribu guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D4 akan menerima bantuan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.

Selain itu, Kementerian juga menyiapkan berbagai pelatihan kompetensi guru, mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning), bimbingan konseling, Bahasa Inggris, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), hingga pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan coding.

Abdul Mu’ti juga mengungkapkan bahwa mata pelajaran AI dan coding saat ini masih bersifat pilihan, namun ke depan berpotensi menjadi mata pelajaran wajib setelah kesiapan guru dan sarana pendukung dinilai memadai.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Suryadi, mengatakan revitalisasi sekolah merupakan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah pusat demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan merata," kata Agus.

Dia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin dengan baik.

"Sehingga pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan dapat terwujud, serta menjadi fondasi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Pada kegiatan tersebut, Mendikdasmen juga menyerahkan simbolis bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 kepada 17 sekolah, serta meresmikan Program Revitalisasi Tahun 2025 yang mencakup 26 sekolah di wilayah Pangkalpinang dan Bangka Tengah.

Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian dan foto bersama seluruh penerima bantuan revitalisasi sekolah. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.