P4S Perkuat Kolaborasi Antarpetani di Jawa Timur untuk Modernisasi Pertanian
Titis Jati Permata July 02, 2026 05:32 PM

 

 

SURYA.co.id LAMONGAN – Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) terus memperkuat kolaborasi antarkelompok tani di Jawa Timur sebagai upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian. 

"Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan triwulan P4S  di GOR Lamongan, Rabu kemarin (1/7/2026), " kata Ketua Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, Kamis (2/7/2026).

Melalui penguatan jejaring antarpetani, P4S diharapkan mampu menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Nurul, mengatakan modernisasi pertanian merupakan tanggung jawab seluruh pelaku pertanian, bukan hanya P4S.

Namun, P4S memiliki peran strategis sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpetani.

Dukung Program Strategis Kementan

Menurutnya, P4S di Jawa Timur membawahi sejumlah lembaga yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Seluruhnya berkomitmen mendukung program strategis Kementerian Pertanian dalam mewujudkan sektor pertanian yang lebih modern.

"Modernisasi pertanian menjadi tanggung jawab bersama. P4S hadir untuk memperkuat kolaborasi agar program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal," kata Nurul.

Ia berharap upaya tersebut mampu menjaga keberhasilan swasembada pangan yang telah diumumkan Presiden pada 7 Januari 2026 agar dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

Latar Belakang Anggota P4S

Nurul menjelaskan, anggota P4S di Jawa Timur memiliki latar belakang yang beragam.

Sebagian merupakan petani senior yang kaya pengalaman, sementara lainnya berasal dari kalangan petani milenial yang lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurutnya, perpaduan pengalaman dan inovasi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong modernisasi pertanian.

"Kolaborasi antara petani senior dan generasi muda saling melengkapi. Hal itu terbukti mampu membuat sejumlah P4S berkembang hingga memiliki kemandirian ekonomi melalui berbagai kegiatan yang dijalankan," ujarnya.

Wadah Kolaborasi Antar Kelompok Tani

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, M. Nalikan, mendukung  penguatan peran P4S sebagai wadah kolaborasi antarkelompok tani.

Ia menilai, petani di Lamongan memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan sektor pertanian.

Namun, semangat tersebut perlu didukung melalui koordinasi, komunikasi, dan pertukaran pengalaman agar mampu menghasilkan berbagai inovasi dalam menghadapi tantangan di lapangan.

"Pertanian tidak cukup hanya mengandalkan teori. Pengalaman antarpetani perlu dibagikan sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan produktivitas," kata Nalikan.

Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari, terutama untuk mendukung regenerasi petani. 

Pemanfaatan teknologi dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja, mempercepat proses pengolahan lahan, hingga meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi.

Nalikan juga menilai setiap daerah memiliki potensi komoditas unggulan yang dapat saling melengkapi melalui kolaborasi yang dibangun P4S.

Penggerak Modernisasi Pertanian

Melalui penguatan kolaborasi antarpetani dan pemanfaatan teknologi, P4S diharapkan semakin berperan sebagai motor penggerak modernisasi pertanian di Jawa Timur sekaligus mendukung peningkatan produktivitas menuju sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Lamongan memiliki produksi padi dan gabah yang melimpah, sementara daerah lain memiliki keunggulan di sektor hortikultura. 

"Melalui komunikasi dan kolaborasi yang dibangun P4S, potensi tersebut dapat saling mendukung sehingga pemasaran hasil pertanian semakin luas dan memberikan manfaat bagi petani," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.