Hadis tentang Menzalimi Diri Sendiri Lengkap Doanya, Berikut Contoh Sikap yang Harus Dihindari
Lisma Noviani July 02, 2026 06:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Bahkan orang-orang yang paling mulia sekalipun selalu memohon ampun kepada Allah SWT.

Salah satu contohnya adalah ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, sahabat terbaik Rasulullah SAW, meminta diajarkan doa yang dapat dibaca dalam shalatnya.

Permintaan itu dijawab Rasulullah SAW dengan sebuah doa yang sangat menyentuh. Menariknya, doa tersebut diawali dengan pengakuan bahwa manusia sering kali menzalimi dirinya sendiri.

Dikutip dari laman nu.or.id, Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sebuah doa yang dapat aku baca dalam shalatku."

Rasulullah SAW bersabda:

Tulisan Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Latin

Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfir li maghfiratan min 'indika, warhamnii, innaka antal Ghafuurur Rahiim.

Arti

"Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak. Tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

(HR. Bukhari No. 834 dan Muslim No. 2705)

Menzalimi Diri Sendiri dalam Islam

Ketika mendengar kata zalim, banyak orang langsung membayangkan menyakiti orang lain. Padahal dalam Islam, bentuk kezaliman yang paling sering dilakukan justru adalah kezaliman terhadap diri sendiri.

Yang dimaksud menzalimi diri sendiri adalah melakukan sesuatu yang mengurangi pahala, mendatangkan dosa, atau menjauhkan diri dari rahmat Allah SWT.

Karena itu, setiap kali seseorang bermaksiat, meninggalkan kewajiban, atau menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik, sesungguhnya yang paling dirugikan adalah dirinya sendiri.

Setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya. Menzalimi diri sendiri adalah ketika kita melanggar perintah Allah, merusak hati, tubuh, dan akal yang telah Allah amanahkan. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).

Zalim kepada diri sendiri bisa berupa meninggalkan kewajiban, melakukan dosa, atau mengabaikan kebaikan. Mari menjaga diri kita dengan ketaatan, menjauhi maksiat, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah agar selamat di dunia dan akhirat.

Surat Al-Baqarah Ayat 231:


وَإِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ ۚ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِّتَعْتَدُوا۟ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوًا ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَآ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِۦ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Arab-Latin:

Wa iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa balagna ajalahunna fa amsikụhunna bima'rụfin au sarriḥụhunna bima'rụf, wa lā tumsikụhunna ḍirāral lita'tadụ, wa may yaf'al żālika fa qad ẓalama nafsah, wa lā tattakhiżū āyātillāhi huzuwaw ważkurụ ni'matallāhi 'alaikum wa mā anzala 'alaikum minal-kitābi wal-ḥikmati ya'iẓukum bih, wattaqullāha wa'lamū annallāha bikulli syai`in 'alīm

Artinya:

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma'ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma'ruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka.

 Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Maknanya, Allah tidak berkurang sedikit pun kemuliaan-Nya karena maksiat manusia. Sebaliknya, manusialah yang kehilangan keberkahan hidup, ketenangan hati, dan pahala akhirat.

Makna Mendalam Doa Rasulullah SAW
1. Mengakui Kesalahan di Hadapan Allah

Doa ini diawali dengan kalimat:

"Innii zhalamtu nafsi."

"Sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri."

Kalimat ini mengajarkan kerendahan hati. Orang yang mudah mengakui dosa lebih dekat kepada ampunan Allah dibanding orang yang merasa dirinya selalu benar.

Bahkan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA yang dijamin masuk surga masih diajarkan membaca doa ini. Hal itu menunjukkan bahwa seorang mukmin tidak boleh merasa paling suci.

2. Menyadari Hanya Allah yang Mengampuni Dosa

Kalimat berikutnya berbunyi:

"Wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta."

"Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."

Sehebat apa pun seseorang, sebanyak apa pun amalnya, ia tetap membutuhkan ampunan Allah SWT.

Tidak ada manusia, malaikat, maupun makhluk lain yang mampu menghapus dosa. Karena itu, pintu taubat selalu kembali kepada Allah.

3. Memohon Ampunan yang Istimewa

Nabi mengajarkan doa:

"Faghfir li maghfiratan min 'indika."

"Ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu."

Para ulama menjelaskan bahwa kalimat ini menunjukkan permohonan ampunan yang sempurna, yang menghapus dosa sekaligus menutupi aib seorang hamba.

4. Meminta Rahmat Setelah Memohon Ampunan

Setelah memohon ampun, doa dilanjutkan dengan:

"Warhamnii."

"Sayangilah aku."

Karena seorang hamba tidak cukup hanya diampuni. Ia juga membutuhkan rahmat Allah agar dimudahkan melakukan amal saleh, dijauhkan dari maksiat, dan diberi husnul khatimah.

Bentuk-Bentuk Menzalimi Diri Sendiri

Dalam kehidupan sehari-hari, kezaliman terhadap diri sendiri bisa terjadi tanpa disadari, antara lain:

  • Meninggalkan salat padahal mampu mengerjakannya.
  • Enggan bersedekah ketika memiliki kelapangan rezeki.
  • Menunda taubat dari dosa.
  • Durhaka kepada orang tua.
  • Memutus silaturahmi.
  • Berbohong, ghibah, dan memfitnah.
  • Bermalas-malasan dalam mencari ilmu agama.
  • Menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat.

Semua itu tidak mengurangi kemuliaan Allah, tetapi justru merugikan pelakunya sendiri.

Tidak Berbuat Baik Juga Termasuk Kerugian

Sering kali seseorang mengira kezaliman hanya terjadi ketika menyakiti orang lain.

Padahal meninggalkan kesempatan berbuat baik juga merupakan bentuk kerugian bagi diri sendiri.

Ketika seseorang enggan bersedekah, ia kehilangan pahala.

Ketika enggan salat, ia kehilangan kedekatan dengan Allah.

Ketika malas membaca Al-Qur'an, ia kehilangan cahaya petunjuk.

Ketika enggan membantu sesama, ia kehilangan kesempatan memperoleh rahmat Allah.

Karena itu, dosa bukan hanya karena melakukan keburukan, tetapi juga karena meninggalkan kewajiban dan menyia-nyiakan amal saleh.

Kapan Doa Ini Dibaca?

Berdasarkan hadis, doa ini dianjurkan dibaca dalam shalat, terutama sebelum salam pada tasyahud akhir.

Selain itu, doa ini juga baik diamalkan setelah salat, ketika beristighfar, saat bermunajat pada sepertiga malam, atau setiap kali merasa banyak melakukan dosa.

Hadis ini mengajarkan bahwa semakin tinggi keimanan seseorang, semakin besar rasa takutnya kepada dosa.

Rasulullah SAW tidak mengajarkan Abu Bakar doa meminta kekayaan, jabatan, atau kemudahan dunia. Beliau justru mengajarkan doa agar seorang mukmin selalu merasa membutuhkan ampunan Allah.

Sikap inilah yang menjadi ciri orang-orang saleh: mereka tidak sibuk melihat kesalahan orang lain, tetapi lebih dahulu mengoreksi dirinya sendiri.

Semoga Allah SWT melindungi kita dari segala bentuk kezaliman, baik kezaliman kepada orang lain maupun kezaliman terhadap diri sendiri. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ringan melaksanakan salat, gemar bersedekah, mencintai kebaikan, segera bertaubat ketika berbuat salah, serta senantiasa memperoleh ampunan dan rahmat-Nya. Aamiin.

Baca juga: Makna Hadits Malla Yarham La Yurham, Siapa yang tidak Menyayangi tidak Akan Disayangi

Baca juga: Doa Menitipkan Anak kepada Allah, Mengantarkan Anak ke Sekolah agar Betah, Lengkap Amalan Orang Tua

Baca juga: Doa Mustajab Nabi Isa AS Memohon Rezeki yang Luas, Tulisan Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Baca juga: Bacaan Sholawat Ridho Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Amalan Penuh Harap agar Doa Diijabah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.