Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Jembatan Enang-enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, akhirnya diresmikan pada Kamis (2/7/2026).
Jembatan ini berhasil dibangun kembali berkat perbaikan secara swadaya oleh warga setempat, setelah sebelumnya kondisi jalan dan jembatan di kawasan tersebut rusak parah akibat diterjang banjir dan longsor pada akhir November 2025.
Kini, akses transportasi tersebut kembali berfungsi normal berkat gotong royong masyarakat yang secara mandiri mengumpulkan dana serta tenaga.
Inisiatif masyarakat ini menjadi contoh nyata kepedulian terhadap kepentingan bersama di tengah belum terealisasinya pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah.
Baca juga: Eks Karyawan 4 Perusahaan Era 90-an Serahkan Donasi Rp 16 Juta untuk Perbaikan Jembatan Enang-Enang
Pantauan langsung wartawan TribunGayo.com, Bustami dari Jembatan Enang-enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, proses peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh ratusan warga. Kaum emak-emak tampak antusias memadati lokasi acara.
Sejumlah spanduk ucapan selamat atas peresmian jembatan tersebut juga terlihat berjejer rapi di pinggir jalan.
Sebelum prosesi pemotongan pita dilakukan, acara diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur.
Prosesi doa dipimpin langsung oleh Tgk H Muhammad Yusuf Nasir, atau yang akrab disapa Abiya Jeunieb.
Di tengah kekhusyukan doa, isak tangis haru mulai terdengar dari barisan emak-emak.
Kesedihan mendalam karena selama ini harus bertaruh nyawa di jalan rusak atau merogoh kocek lebih dalam untuk biaya alternatif seketika luruh, berubah menjadi rasa syukur yang luar biasa.
Puncak emosional terjadi saat Sahrial Abadi, sang inisiator perbaikan, maju untuk melakukan pemotongan pita.
Sahrial Abadi tampak tak bisa menahan haru. Air mata Sahrial tumpah di hadapan warga, yang seketika memicu tangis haru massal, terutama dari kaum emak-emak yang hadir.
"Hari ini jalan resmi kita buka, jadi warga sudah bisa melintas karena proses pengaspalan telah selesai. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," ujar Sahrial dengan suara bergetar menahan tangis.
Menurutnya peresmian ini merupakan harapan seluruh warga yang telah lama dinanti.
"Di sini bukan hanya persoalan jalan, tetapi juga tempat kita bersilaturahmi. Jadi, mari sama-sama kita jaga jalan ini dengan mematuhi aturan yang telah kita tetapkan," harap Sahrial.
Dengan diresmikannya jembatan ini, mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo kini dipastikan dapat kembali berjalan lancar.
Suasana haru biru yang menyelimuti peresmian Jembatan Enang-enang sekaligus pemotongan pita merah, menandai pulihnya urat nadi transportasi yang sempat lumpuh total akibat bencana.
Dari ratusan warga yang tampak memadati area peresmian, di barisan paling depan, kaum emak-emak mendominasi dengan antusiasme yang luar biasa.
Bagi mereka, jembatan yang berhasil dibangun kembali lewat aksi swadaya dan gotong royong mandiri ini adalah sebuah keajaiban yang menjawab doa-doa mereka selama ini.
Kawasan Jembatan Enang-enang yang dulunya sepi, mendadak berubah menjadi riuh dan semarak.
Sejumlah pedagang dadakan ikut memadati lokasi, sementara anak-anak asyik berenang di aliran sungai di bawah jembatan.
Baca juga: Perbaikan Jalan Nasional Enang-enang Bener Meriah Swadaya Warga Capai 95 Persen, Rampung Pekan Depan
Sementara di sudut lain, sebagian warga sibuk memasak hidangan untuk acara syukuran peresmian tersebut.
Warga yang datang pun bukan hanya dari sekitar lokasi, melainkan berbondong-bondong dari berbagai daerah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Mereka hadir untuk memberikan dukungan atas kembali berfungsinya jalur utama ini.
Saking ramainya, antrean kendaraan yang parkir meluber hingga hampir satu kilometer di pinggir jalan.
Salah satu warga yang berada di lokasi, Musliadi menilai keberadaan Jembatan Enang-enang sangat penting karena menjadi jalur utama yang lebih efisien bagi masyarakat.
Menurutnya, jika warga harus menggunakan jalur alternatif, maka akan berdampak pada meningkatnya biaya transportasi serta waktu tempuh yang lebih lama.
"Kalau masyarakat harus melintas dari jalur lain, tentu biaya yang dikeluarkan lebih tinggi, rutenya juga jauh dan jalannya kecil, tapi kini jalan enang-enang telah siap terima kasih kepada semua warga terkhusus bapak Sahril," pungkasnya.
Mesti hari ini sudah dilakukan peresmian, Sahrial mengaku masih akan melakukan beberapa pengerjaan lanjutan, termasuk pembuatan dinding penahan (lining) jalan.
"Ada beberapa pengerjaan lagi, termasuk pembuatan lining jalan, agar lebih aman bila warga melintas," bebernya.
Untuk kendaraan yang melintas akan dibatasi dan dibagi menjadi tiga kelompok, di antaranya:
Pembagian klasifikasi ini sengaja dilakukan untuk mempermudah pemahaman para pengendara yang melintasi jalur penghubung utama di kawasan tengah Gayo tersebut.
"Di sini bukan hanya persoalan jalan, tetapi juga tempat kita bersilaturahmi, mari sama-sama kita jaga, terpenting, mobil paling kencang yang bisa lewat hanya l-300 dan Haice kalau mobil yang muatan lain tidak boleh, jadi mohon dimaklumi bersama," pungkasnya. (*)
Baca juga: Rempak Arul Kumer Gotong Royong Percepat Pemulihan Jalan Enang-Enang Bener Meriah