Akses Ibadah Terganggu, Parkir dan PKL CFD Alun-alun Sidoarjo Ditata Ulang
Ndaru Wijayanto July 02, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, ​SIDOARJO – Area parkir dan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar gereja yang berada di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-alun Sidoarjo bakal ditata ulang oleh Pemerintah daerah.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran akses jemaat yang beribadah setiap Minggu pagi.

Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil audiensi antara perwakilan lima gereja, Komisi A DPRD Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, serta Polresta Sidoarjo.

Lima gereja yang mengikuti pertemuan yakni GPDI Elohim, GKJW Sidoarjo, GPIB Jemaat Bethesda, GKI Sidoarjo, dan Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan gereja menyampaikan bahwa penutupan jalan setiap Minggu pagi berimbas pada terhambatnya mobilitas jemaat.

Sebabnya, parkir liar dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang mempersempit ruang keluar-masuk rumah ibadah.

Karena itu, lima gereja mengajukan empat tuntutan utama kepada Pemkab Sidoarjo.

Pertama, pembukaan akses Jalan Kombes Pol M Duryat pada jam ibadah. Kedua, penertiban parkir yang menghambat mobilitas jemaah.

Ketiga, penempatan personel Dishub di sejumlah titik rawan kemacetan selama CFD. Dan keempat, penataan kembali zonasi PKL, dengan opsi relokasi ke kawasan GOR/Ponti atau pembatasan area dagang hingga depan Kantor PLN Sidoarjo.

Baca juga: CFD Kota Kediri Bakal Ditata Ulang, Pemkot Bereskan Masalah Lapak hingga Sampah

​Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo, Raymond Tara Wahyudi, menyatakan bahwa seluruh pihak berhasil mencapai kesepakatan.

Menurutnya, esensi masalah bukan pada pelaksanaan CFD, melainkan pada dampak turunan seperti parkir liar dan penataan UMKM yang kurang tertib.

​"Rekomendasinya, titik-titik buka-tutup jalan akan dijaga petugas. Polresta juga memberikan personel sehingga mekanisme buka-tutup jalan dapat berjalan dengan baik dan akses jemaat tetap terlayani,” kata Raymond Tara, Kamis (2/7/2026). 

​Langkah konkret ini dijadwalkan mulai diterapkan pada pelaksanaan CFD pekan depan.

Dishub dan Satlantas Polresta Sidoarjo akan disiagakan di titik-titik krusial, seperti Perempatan Jalan Kombes Pol M Duryat dan Perempatan Jalan Kartini, untuk mengatur arus lalu lintas secara fleksibel saat jam ibadah dimulai.

Sekretaris Majelis Umat Kristen Kabupaten Sidoarjo, Yonathan Toar, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dari Komisi A DPRD dan jajaran Pemkab Sidoarjo.

Dari empat poin yang diajukan, dua poin mengenai pembenahan akses langsung dan penertiban parkir liar di depan gereja langsung diakomodasi oleh Kepala Dishub.

​Terkait akses jalan yang tidak bisa ditutup total demi kelancaran CFD, pihak gereja memaklumi dan menyepakati rute alternatif.

​"Solusinya adalah pengalihan arus menuju Jalan Hang Tuah. Memang sedikit lebih jauh, tetapi itu merupakan solusi terbaik dari hasil pertemuan hari ini,” tutur Yonathan. 

Pihak gereja pun berkomitmen untuk segera mensosialisasikan rute alternatif ini kepada jemaat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.