TRIBUNJAMBI.COM - Universitas Jambi (UNJA) bersama Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Jambi resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Lantai 7 Gedung UNIFAC Universitas Jambi, Kamis (2/7/2026), tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga guna mendukung pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNJA, Helmi, para Wakil Rektor UNJA, para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas di lingkungan UNJA, Wakil Direktur I Pascasarjana, Ketua Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, serta Tim Kerja Sama pada BAKKS UNJA. Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Jambi, Ir. H. Tagor Mulia Nasution, M.M., beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan berbagai program yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, khususnya kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Jambi.
Rektor UNJA, Helmi., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, UNJA memiliki potensi akademik yang dapat dioptimalkan melalui berbagai hasil penelitian untuk memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi daerah.
Dalam sambutannya, Rektor menyoroti kondisi Sungai Batanghari yang mengalami penurunan kualitas lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa sekitar lima belas tahun lalu masyarakat masih dapat memnafaatkan sungai sebagai sumber kehidupan, termasuk sebagai kawasan perikanan yang melimpah. Namun, Kondisi air Sungai Batanghari saat ini menunjukkan perubahan yang memerlukan perhatian bersama.
“Persoalan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan daerah aliran sungai, merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat terlaksana secara berkesinambungan,” ujar Rektor.
Ia menambahkan bahwa pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Provinsi Jambi, Ir. H. Tagor Mulia Nasution, M.M., menjelaskan bahwa Forum DAS memiliki peran mengoordinasikan serta mengintegrasikan berbagai program dari para pemangku kepentingan dalam mendukung pelestarian daerah aliran sungai.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan mitra strategis karena memiliki kapasitas dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, Forum DAS berharap dosen dan mahasiswa UNJA dapat terlibat aktif dalam kegiatan penelitian, pengabdian, maupun edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian daerah aliran sungai.
“Kami berharap sinergi ini dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat. Pelestarian daerah aliran sungai akan lebih efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ungkap Ir. Tagor.
Ia juga menyampaikan bahwa menurunnya kualitas air sungai memberikan dampak terhadap meningkatnya biaya pengolahan air bersih. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya berbagai komunitas yang berperan aktif dalam pelestarian daerah aliran sungai.
Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, UNJA dan Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Jambi berkomitmen membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan daerah aliran sungai. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kerja sama secara administratif, tetapi juga melahirkan berbagai inovasi, penelitian, dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat di Provinsi Jambi.