Alasan Sekolah Rakyat Prioritaskan Guru Lokal, Dinilai Lebih Pahami Karakter Siswa Sukoharjo
Vincentius Jyestha Candraditya July 02, 2026 07:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Rekrutmen guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, masih terus berlangsung menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. 

Pemerintah memprioritaskan tenaga pendidik yang berasal dari daerah tempat Sekolah Rakyat berdiri karena dinilai lebih memahami karakter sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat setempat.

PROSES DIBANGUN - Sekolah Rakyat di Sukoharjo masih dalam proses dibangun. Hingga akhir Juni 2026, jumlah calon siswa SD yang telah terdata baru mencapai 34 anak atau masih jauh dari target 90 siswa
PROSES DIBANGUN - Sekolah Rakyat di Sukoharjo masih dalam proses dibangun. Hingga akhir Juni 2026, jumlah calon siswa SD yang telah terdata baru mencapai 34 anak atau masih jauh dari target 90 siswa (TribunSolo.com/Naufal Hanif Putra Aji)

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Wiyono mengatakan, proses seleksi guru masih dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Dalam proses tersebut, pemerintah mengutamakan guru yang berasal dari wilayah Sekolah Rakyat berada.

"Terkait guru, ini masih dalam proses seleksi. Tetap kita prioritaskan guru-gurunya berasal dari daerah di mana Sekolah Rakyat itu berada. Jadi untuk Sekolah Rakyat di Sukoharjo, kita prioritaskan guru yang berasal dari Sukoharjo," kata Jabo, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Terungkap! Guru Sekolah Rakyat di Sukoharjo Tak Pulang ke Rumah, Wajib Tinggal di Asrama

Lebih Mudah Pahami Karakter Siswa 

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar guru lebih mudah memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Dengan demikian, proses adaptasi siswa di lingkungan sekolah berasrama diharapkan berjalan lebih cepat sekaligus mendukung keberhasilan program pendidikan.

"Kita sedang berkoordinasi dengan Pemkab dan Kementerian Dikdasmen untuk proses rekrutmen guru," ujarnya.

Baca juga: Tak Pakai Kurikulum Baru, Sekolah Rakyat di Sukoharjo Andalkan Kurikulum Nasional saat Beroperasi

Bakal Tinggal di Asrama

Berbeda dengan sekolah reguler, guru yang lolos seleksi tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas.

Mereka juga diwajibkan tinggal di kompleks Sekolah Rakyat bersama kepala sekolah karena sistem pendidikan yang diterapkan menggunakan konsep boarding school atau sekolah berasrama.

Melalui konsep tersebut, guru akan mendampingi aktivitas peserta didik hampir selama 24 jam, mulai dari kegiatan belajar hingga pembinaan karakter di luar jam pelajaran.

"Guru juga boarding, ada asramanya. Sudah disiapkan asrama untuk guru dan kepala sekolah," jelas Agus.

Baca juga: Peminat Jenjang SD di Sekolah Rakyat di Sukoharjo Masih Rendah, Cak Imin Minta Jadi Bahan Evaluasi

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan optimal.

Selain menyediakan asrama bagi guru dan kepala sekolah, Kemensos turut menyiapkan ruang khusus bagi orang tua yang ingin menjenguk anaknya.

"Orang tua sewaktu-waktu mau datang juga sudah disiapkan tempat. Jadi semuanya sudah kami siapkan," tambahnya.

Saat ini pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Sukoharjo masih terus dikebut.

Pemerintah menargetkan seluruh sarana, prasarana, serta kebutuhan sumber daya manusia, termasuk rekrutmen guru, rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 14 Juli 2026.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.