SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT BYD Motor Indonesia resmi memamerkan keunggulan teknologi Dual Mode (DM) terbarunya melalui acara "Media Experience: BYD DM Technology Challenge" di Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (1/7/2026).
Melalui uji jalan sejauh 150 kilometer, BYD M6 DM membuktikan efisiensi bahan bakarnya yang luar biasa tangguh untuk mobilitas harian maupun jarak jauh.
Dalam kegiatan ini, puluhan jurnalis otomotif diajak melakukan uji coba langsung menggunakan BYD M6 DM. Rute perjalanan dimulai dari Dealer BYD Kenjeran Surabaya menuju Taman Dayu hingga Tretes, Pasuruan, dan berakhir kembali di Kenjeran.
Selama perjalanan, para peserta menguji berbagai aspek kendaraan, mulai dari efisiensi energi, akselerasi, kelincahan, stabilitas di berbagai medan jalan, hingga simulasi pengisian bahan bakar.
Sensasi berkendara BYD M6 DM terbukti tetap didominasi oleh karakter mobil listrik murni yang responsif dan senyap.
Trik awal kendaraan ini terasa sangat responsif dengan perpindahan tenaga yang halus.
Ditambah lagi, kesunyian kabin yang optimal memberikan kenyamanan ekstra sepanjang perjalanan.
Sisi efisiensi bahan bakar menjadi poin paling menonjol dalam uji coba ini.
Berdasarkan pengujian langsung di rute sepanjang 150 kilometer tersebut, unit kendaraan hanya membutuhkan tambahan bensin RON 92 senilai sekitar Rp14 ribu.
Hal ini membuktikan bahwa teknologi Dual Mode mampu mengoptimalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bertindak sebagai pendukung guna menjaga efisiensi, sekaligus memperpanjang jarak tempuh.
Product Manager PT BYD Motor Indonesia, Yoni Prasetya, menjelaskan bahwa teknologi Dual Mode (DM) pada BYD M6 DM mengusung konsep GAS, yang merupakan akronim dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
"Motor listrik tetap menjadi penggerak utama sehingga pengalaman berkendaranya tetap seperti mobil listrik murni, tetapi pengguna memiliki fleksibilitas karena kendaraan juga dapat menggunakan bensin RON 92," ujar Yoni.
Secara spesifikasi, BYD M6 DM dipersenjatai dengan:
Melalui pengujian internal BYD pada rute 150 kilometer, konsumsi bahan bakar sistem hybrid ini diklaim mampu menyentuh angka luar biasa, yakni hingga 65 kilometer per liter.
Public Relations Manager PT BYD Motor Indonesia, Nathasya Natalia, mengungkapkan bahwa Surabaya dipilih sebagai lokasi uji coba karena posisinya yang strategis dalam perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Jawa Timur.
"Teknologi yang kami hadirkan bertujuan memberikan manfaat yang lebih luas, dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Nathasya.
Sejat pertama kali mengaspal di pasar kendaraan penumpang Indonesia pada tahun 2024, BYD mencatat pertumbuhan yang masif.
Pangsa pasar kendaraan listrik (EV) nasional melonjak tajam dari di bawah 1 persen, menjadi sekitar 20 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
Saat ini, lebih dari 91.000 unit kendaraan BYD telah beroperasi di seluruh penjuru Indonesia, menguasai pangsa pasar nasional di atas 40 persen.
Khusus untuk wilayah Jawa Timur, populasi kendaraan BYD sudah menembus angka lebih dari 4.400 unit dengan penguasaan pasar daerah yang juga melampaui 40 persen.
Nathasya mengapresiasi kontribusi insan media yang secara konsisten mengedukasi publik mengenai teknologi elektrifikasi terkini.
Dengan kehadiran BYD M6 DM, masyarakat diharapkan semakin yakin bahwa kendaraan ramah lingkungan tidak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar yang ekstrem, melainkan juga kenyamanan, performa, dan fleksibilitas tanpa batas.