TRIBUNJOGJA.COM – Anda lebih mengenal makanan yang satu ini dengan sebutan apa? Magelangan, Nasi Mawut, atau Nasi Ruwet?
Makanan berbahan dasar nasi dan mie ini dikenal dengan sebutan yang beragam di setiap daerah.
Tidak jauh berbeda dengan nasi goreng, makanan ini sudah menjadi menu pendamping di berbagai tempat makan nasi goreng, karena bumbu dasar yang digunakan masih sama dengan bumbu untuk membuat nasi goreng.
Bagi sebagian orang yang berasal dari Jawa Timur dan berkunjung ke Yogyakarta, pasti akan merasa kebingungan karena makanan yang di daerah asalnya bernama "Nasi Mawut" tiba-tiba berganti nama menjadi "Magelangan" ketika sampai di Yogyakarta.
Begitu pula sebaliknya ketika orang Yogyakarta berkunjung ke Jawa Timur.
Jika dilihat dari bentuk dan rasanya, makanan yang memiliki sebutan berbeda di beberap daerah ini memang sama saja, yaitu nasi dan mie yang digoreng menjadi satu menggunakan bumbu yang sama seperti nasi goreng.
Perbedaannya mungkin hanya terletak pada jenis mie yang digunakan di setiap daerah.
Meskipun makanan ini cukup populer di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, belum ada sejarah tertulis yang memastikan dari mana makanan ini berasal.
Namun, asal mula munculnya nama yang berbeda-beda untuk makanan ini memiliki cerita yang berbeda di setiap daerah.
Nasi Goreng Mawut, Jawa Timur
Di Jawa Timur, lebih tepatnya di Kota Malang, terdapat penjual nasi goreng yang telah berjualan sejak 1991.
Nama tempat makan tersebut adalah "Depot Pak Iwan".
Dikutip Tribun Jogja melalui situs resmi Pemerintah Kota Malang, Dewi Irawati, putri dari Pak Iwan yang meneruskan usaha depot yang didirikan ayahnya, menjelaskan asal mula menu nasi mawut mulai dijual.
Awalnya, ada seorang pelanggan yang meminta seluruh sisa makanan yang ada dicampurkan, yaitu mie dan nasi.
Ternyata, keesokan harinya pelanggan tersebut kembali memesan menu yang tidak ada dalam daftar menu itu karena ketagihan.
Pelanggan tersebut menyebutnya sebagai Nasi Mawut. Kata "mawut" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti berantakan atau berserakan.
Maksud dari kata mawut adalah makanan campuran yang terdiri dari nasi dan mie yang dimasak menjadi satu.
Magelangan, Yogyakarta
Meskipun terdengar sedikit membingungkan, hal ini memang benar adanya.
Nasi Magelangan, yang jika dilihat dari namanya mengandung unsur salah satu kota di Indonesia, yaitu Kota Magelang, justru lebih dikenal dan mulai populer di wiliyah Yogyakarta.
Uniknya, nama makanan ini bukan berasal dari penjual maupun masyarakat lokal Yogyakarta dan Magelang, melainkan dari sebutan para pendatang atau perantau yang berada di Yogyakarta.
Pada awalnya, makanan ini sudah banyak dijumpai dalam menu berbagai warung makan maupun Warung Tegal (Warteg) di sekitar Yogyakarta.
Namun, seiring berjalannya waktu, para pendatang yang datang ke Yogyakarta memopulerkan nama "Magelangan" untuk menu tersebut.
Hingga sekarang, makanan tersebut lebih dikenal dengan sebutan Magelangan khas Yogyakarta.
Nasi Ruwet, Jawa Tengah
Pada dasarnya, konsep makanan ini tetap sama, yaitu mie dan nasi yang dicampur lalu digoreng menjadi satu.
Namun, di daerah lain makanan ini memiliki nama yang berbeda. Di Semarang, Jawa Tengah, makanan tersebut dikenal dengan sebutan "Nasi Ruwet". Kata ruwet sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti rumit.
Namun, hingga kini belum ada sejarah atau catatan yang pasti mengenai kapan makanan ini mulai dikenal luas oleh masyarakat Semarang.
(MG ABIL PRAMUDYA)