TRIBUNNEWS.COM - Kiper utama Timnas Spanyol saat ini, Unai Simon, baru saja mencatatkan sebuah pencapaian yang luar biasa di pertandingan melawan Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Unai Simon menisbatkan diri sebagai penjaga gawang dengan catatan tak kebobolan atau clean sheet terlama dalam sejarah Piala Dunia.
Ia memiliki catatan clean sheet selama 519 menit saat membela Spanyol di ajang empat tahunan ini.
Catatan tersebut membuat dirinya masuk dalam Museum Rekor Dunia untuk kategori kiper dengan rekor clean sheet terlama di Piala Dunia.
Rekor tersebut membuat dirinya melewati catatan legendaris kiper Italia, Walter Zenga.
Memang sebelum ini, Walter Zenga lah yang memiliki catatan clean sheet terpanjang di Piala Dunia.
Zenga sebelumnya kokoh dengan catatan 517 menit tak kebobolan bersama Italia di era bermainnya dahulu.
Keberadaan Unai Simon di bawah mistar gawang Spanyol membuat La Furia Roja menjadi kekuatan yang lebih lengkap dan menakutkan.
"Spanyol dianggap sebagai salah satu tim kandidat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara di edisi kali ini," ujar Adrian dariSpieltag Indonesia, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Ronaldo Pecah Telur di Fase Gugur, Portugal Singkirkan Kroasia dan Tantang Spanyol di Babak 16 Besar
Simon memang tangguh dan cekatan saat berseragam Timnas Spanyol.
Kali terakhir ia kebobolan di pentas Piala Dunia terjadi saat Spanyol masih bertanding di fase grup Piala Dunia 2022 silam di Qatar.
Spanyol saat itu berhadapan dengan Jepang, di mana La Furia Roja menang dengan skor telak 5-1.
Semenjak kebobolan itu, gawang Simon selalu aman dari gempuran lawan.
Buktinya saat mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, gawang Spanyol terus awet tak kebobolan.
Jala mereka tak pernah terkoyak, dengan salah satunya berkat penyelamatan penting dari sang penjaga gawang.
Lawan seperti Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Austria tak bisa menembus gawang tim arahan Luis de la Fuente tersebut.
Hasil paling mendebarkan barangkali tersaji dari laga melawan Uruguay.
Meski menang dengan skor tipis 1-0, lini belakang Spanyol sempat keteteran menghadapi gempuran lawan.
Untungnya Uruguay tak punya penyelesai peluang andal di dalam skuadnya.
Selain Unai Simon yang membuat rekor, ada juga pemain lainnya yang juga mengukir pencapaian lainnya.
Adalah sang pemain bintang, Lamine Yamal, yang mencuri perhatian dengan mendapatkan penghargaan pemain terbaik di pertandingan ini.
Padahal ada Mikel Oyarzabal atau Marc Cucurella yang masing-masing menyumbangkan dua gol dan dua assist untuk kemenangan Spanyol.
Namun FIFA mendapuk Yamal sebagai pemain terbaik di pertandingan itu, dengan sang pemain yang tak memberikan sumbangan gol atau assist.
Dengan gelar MVP itu, Yamal resmi menjadi pemain termuda ketiga yang mendapatkan predikat yang sama.
Dengan tolok ukur di dua Piala Dunia terakhir, Yamal hanya kalah dari Gavi dan pemain Bosnia, Kerim Alajbegovic.
Gavi menjadi pemain termuda yang mendapatkan MVP di Piala Dunia 2022 lalu.
Saat itu, usia sang pemain baru menginjak 18 tahun dan 110 hari.
Sedangkan untuk Alajbegovic, ia mencatatkan diri sebagai pemain terbaik di edisi Piala Dunia 2026.
Ia baru berusia 18 tahun 276 hari saat mendapatkan penghargaan itu.
Sedangkan bagi Yamal, pemain yang beroperasi dari sisi sayap ini menjadi pemain terbaik pertandingan saat usianya 18 tahun 354 hari.
Kekuatan Spanyol yang merata dari lini belakang hingga depan membuat mereka digadang menjadi salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Guruh)