Portugal Tak Berjodoh dengan Zona Nyaman di Piala Dunia 2026
Drajat Sugiri July 03, 2026 09:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Portugal lolos dari lubang jarum ketika berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) di BMO Field.

Tim berjuluk Selecao Das Quinas ini harus berjuang hingga benar-benar menjelang titik akhir pertandingan.

Sebuah gol dari Josko Gvardiol yang tidak disahkan wasit di ujung laga akhirnya memastikan Portugal bisa mendapatkan kemenangan tersebut.

Meskipun menang, langkah Portugal beranjak dari babak 32 besar tak benar-benar meyakinkan.

Masih ada ganjalan bagi mereka untuk menerobos babak demi babak demi gelar juara yang menjadi penantian panjang.

Secara umum, permainan Portugal masih jauh dari kata meyakinkan.

Pola serangan yang selalu mengandalkan sisi sayap menjadi penampakan jelas yang bisa dilihat banyak penggemar sepak bola.

Tak ada kreativitas dari sektor tengah yang padahal digadang sebagai kekuatan utama Portugal di Piala Dunia kali ini.

"Apakah Portugal bermain lebih baik tanpa Ronaldo? Menurut saya nggak," kata Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnew Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Tugas utama Roberto Martinez adalah menyatukan para pemain bintangnya."

"Masalahnya Martinez pernah tangani generasi emas Belgia dan gagal. Tantangannya di situ sebenarnya," paparnya.

Baca juga: Update 12 Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026: Portugal Dilempari Botol, Kroasia Pulang Dramatis

Baru pada pertandingan kali ini Portugal bermain tanpa Cristiano Ronaldo hingga waktu normal berakhir.

Ronaldo ditarik keluar di menit ke-81 untuk digantikan Joao Neves.

Ditariknya Ronaldo tak membuat banyak perubahan dalam permainan Portugal sebenarnya.

Memang dari sisi pertahanan kolektif, Portugal bisa lebih menekan sejak berada di pertahanan lawan.

Namun tak ada penawaran baru dari sisi penyerangan, bahkan saat Ronaldo tak ada.

Kesulitan semacam itu sebenarnya sudah nampak sejak mereka menjalani pertandingan di fase grup.

Portugal hanya bisa menang nyaman satu kali saja, yaitu saat berjumpa Uzbekistan.

JERSEY TIMNAS PORTUGAL - Jersey Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu, 31 Mei 2026.
JERSEY TIMNAS PORTUGAL - Jersey Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu, 31 Mei 2026. (TribunVideo/Akmal KhoirulHabib)

Sedangkan saat melawan Republik Demokratik Kongo, Kolombia, dan Kroasia, Portugal lagi-lagi kesulitan.

Hasil imbang dan kemenangan yang berjarak tak lebih dari satu gol mulai akrab dengan kubu Selecao Das Quinas.

Padahal, sekali lagi, Portugal memiliki sarana luar biasa lengkap untuk menciptakan permainan indah, khususnya dari lapangan tengah.

Namun sepertinya tangan pelatih Roberto Martinez masih belum bisa menyentuh itu.

Pergantian pemain di sektor tengah juga seperti hanya memberi penyegaran dari sisi stamina saja.

Tak ada perkembangan dari masuknya Bernardo Silva, Ruben Neves, dan Francisco Conceicao, dari sisi permainan secara tim.

Pola tersebut jelas membahayakan bagi Portugal yang semakin dalam melaju.

Apalagi di babak 16 besar mendatang, mereka akan menghadapi ujian terbesarnya.

Portugal akan berhadapan dengan Spanyol di fase tersebut.

Tak ada jalan mudah bagi Portugal menuju gelar juara Piala Dunia 2026.

Namun hal yang mengkawatirkan adalah belum ada solusi dari sang pelatih, Roberto Martinez, untuk mengembangkan daya ancam Portugal.

Portugal tak bisa membentuk zona nyamannya sendiri, perjuangan keras akan menjadi jalan mereka menjaga mimpi hingga akhir kompetisi.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.