TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara. Dalam operasi senyap tersebut, Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim, turut diamankan oleh tim penyelidik KPK.
Selain sang bupati, petugas lembaga antirasuah tersebut juga mengamankan dua orang lainnya. Salah satu di antaranya diinformasikan merupakan mantan anggota DPRD Sumut yang disebut-sebut bernama Syahrial Harahap.
Dengan demikian, total ada tiga orang yang diciduk KPK saat menggelar operasi tangkap tangan pada Kamis (2/7/2026) sore kemarin.
Pascapenangkapan tersebut, amatan wartawan di lokasi pada Jumat (3/7/2026) pagi menunjukkan suasana di Kantor Bupati Langkat yang beralamat di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat, tampak sangat sepi.
Kondisi ini bertepatan dengan kebijakan pemerintah setempat yang memberlakukan sistem Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah setiap hari Jumat.
Tak ada satu pun pejabat teras yang dapat ditemui wartawan di kompleks perkantoran tersebut. Aktivitas di dalam gedung hanya menyisakan beberapa orang pegawai staf dan petugas Satpol PP yang berjaga.
Tiga Pintu Ruang Kerja Bupati Disegel, Satpol PP Sempat Halangi Wartawan
Kendati aktivitas pegawai sepi, jejak penindakan hukum oleh tim KPK terlihat jelas di area dalam gedung. Sebanyak tiga pintu akses utama yang menuju ke ruangan kerja Bupati Langkat didapati sudah dalam kondisi tersegel rapat.
Kertas segel yang ditempelkan tersebut bertuliskan kalimat "Dalam Pengawasan KPK" dan dibubuhi tanda tangan resmi oleh salah satu penyelidik KPK bernama Bayu.
Saat sejumlah awak media hendak mengambil dokumentasi foto maupun video terkait penyegelan tersebut, petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi sempat melakukan penghalangan.
"Tidak boleh ya bang, sudah disegel KPK," cetus salah seorang petugas Satpol PP yang berjaga di depan ruangan.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto Benarkan OTT di Sumut
Sementara itu, pihak KPK akhirnya membenarkan bahwa pihaknya telah melancarkan rangkaian OTT pada Kamis kemarin, yang salah satu target utamanya menyasar langsung Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi langsung perihal penindakan hukum di wilayah Sumatera Utara tersebut saat dihubungi.
"Benar," ujar Fitroh Rohcahyanto singkat saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026) pagi.
Kendati telah membenarkan kabar burung yang beredar sejak kemarin sore, Fitroh masih enggan untuk merinci lebih jauh mengenai konstruksi perkara maupun dugaan kasus korupsi yang menjerat Ondim dan kroninya.
"Belum bisa disampaikan detailnya. Pascakegiatan tangkap tangan tentu masih terus dilakukan upaya-upaya penyidikan berikutnya," terangnya.
Ia menambahkan, pihak KPK saat ini masih menunggu dan merampungkan seluruh proses pemeriksaan lanjutan yang intensif sebelum nantinya secara resmi mengumumkan status hukum serta kronologi lengkap dari pihak-pihak yang telah diamankan.
(cr23/tribun-medan.com)