Gol sundulan dramatis di masa tambahan waktu dari pemain pengganti Goncalo Ramos membawa Portugal meraih kemenangan menegangkan 2-1 atas Kroasia di Stadion Toronto pada hari Jumat. Kemenangan penuh intensitas ini memastikan langkah Portugal ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi laga sengit melawan tetangga mereka, Spanyol, dalam derby Iberia pada hari Senin mendatang.
Pertandingan penuh tekanan ini berakhir dengan kontroversi besar. Tertinggal 2-1 di masa injury time, Kroasia sempat mengira mereka berhasil memaksakan perpanjangan waktu melalui tendangan terakhir pertandingan. Namun, Asisten Wasit Video (VAR) turun tangan setelah peninjauan panjang dan memutuskan Mario Pasalić berada dalam posisi offside. Keputusan itu memicu protes keras dari para pendukung Kroasia, yang melemparkan botol ke lapangan dan meniup peluit dengan keras sebagai bentuk ketidakpuasan.
Sebelumnya, Kroasia membuka keunggulan di menit ke-53 ketika bek Josip Stanišić mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan, yang berhasil dimanfaatkan oleh pemain sayap senior Ivan Perišić untuk menaklukkan penjaga gawang Portugal, Diogo Costa. Tertinggal satu gol, harapan Portugal untuk melanjutkan perjalanan di Piala Dunia tampak berada di ujung tanduk.
Namun, sang juara Eropa 2016 itu menunjukkan semangat juang luar biasa dan akhirnya memperoleh penalti penting. Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, maju sebagai eksekutor pada menit ke-68 dan dengan tenang menuntaskan tendangan dari titik putih untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Dengan gol klinis tersebut, maestro berusia 41 tahun itu mencatatkan sejarah sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Menariknya, ini juga merupakan gol pertama Ronaldo di babak gugur turnamen tersebut sepanjang kariernya.
Menyadari perlunya tenaga baru, pelatih Portugal, Roberto Martínez, mengambil keputusan berani dengan menarik keluar Ronaldo pada menit ke-82. Keputusan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-94 ketika pemain sayap Rafael Leão mengirimkan umpan silang indah ke dalam area penalti. Ramos yang sigap membaca arah bola, menanduknya dengan kuat ke bawah dan menaklukkan kiper Kroasia, Dominik Livaković, untuk memastikan kemenangan Portugal.
Kekalahan ini menjadi penutup yang menyedihkan bagi karier internasional ikonik Luka Modrić. Gelandang berusia 40 tahun itu, yang pernah memimpin negaranya hingga menjadi runner-up pada 2018 dan finis di peringkat ketiga pada 2022, gagal menciptakan keajaiban terakhir dalam Piala Dunia kelimanya, yang juga menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Portugal kini melangkah untuk menghadapi tim Spanyol yang tangguh dalam laga pra-perempat final yang menjanjikan akan berlangsung menegangkan.