Suak Tapeh Jadi Model Percontohan Pertanian Modern, Libatkan Generasi Muda dan Teknologi Digital
Sri Hidayatun July 03, 2026 12:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM,BANYUASIN- Dalam upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional melalui penerapan pertanian modern, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Sembawa melaksanakan koordinasi dan sosialisasi penerapan Pertanian Modern melalui Advance Agriculture System (PM-AAS) kepada Brigade Pangan di Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan pendampingan dan sosialisasi tersebut diikuti oleh empat Brigade Pangan, yakni BP Sido Makmur, BP Expan Berjaya, BP Kating Jaya, dan BP Penjaitan Jaya.

Keempat brigade tersebut secara keseluruhan mengelola lahan optimalisasi (oplah) seluas 1.031 hektare.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas pangan nasional melalui penguatan sumber daya manusia pertanian, pelibatan generasi muda, serta penerapan teknologi digital yang terintegrasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa transformasi sektor pertanian menuju sistem yang modern dan efisien merupakan kebutuhan mendesak untuk mencapai kemandirian pangan nasional.

"Pertanian kita harus bergeser dari pola tradisional menuju modern. Brigade Pangan adalah motor penggerak utamanya. Kita libatkan pemuda, kita bawa teknologi ke lapangan, agar efisiensi meningkat dan hasil panen melipat ganda. Tidak ada lagi cerita bertani itu kotor dan melelahkan, sekarang semuanya berbasis mekanisasi dan sistem digital," ujar Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi teknologi pertanian modern di lapangan.

"Penerapan Advance Agriculture System (PM-AAS) membutuhkan kompetensi baru. Oleh karena itu, lembaga pendidikan vokasi pertanian harus menjadi garda terdepan dalam transfer teknologi serta pendampingan kepada petani milenial di Brigade Pangan agar mampu mengoperasikan ekosistem pertanian modern secara berkelanjutan," ungkapnya.

Baca juga: Ikuti PENAS XVII 2026 di Gorontalo, SMK PP Kementan Promosikan Hasil Praktik Siswa

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan vokasi dan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan.

"Sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan oleh institusi pendidikan vokasi merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa ilmu yang diajarkan di ruang kelas dan laboratorium dapat langsung diterapkan di lapangan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional," tutur Amin.

Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan di Kecamatan Suak Tapeh difokuskan pada pengenalan metode tanam presisi, pemanfaatan teknologi pertanian modern, efisiensi mekanisasi pra dan pascapanen, serta pengelolaan usaha tani berbasis korporasi.

Selain sosialisasi teknis, kegiatan juga diisi dengan koordinasi bersama pemerintah kecamatan, kelompok tani, dan pengurus Brigade Pangan untuk memperkuat komitmen dalam penerapan sistem PM-AAS pada pengelolaan lahan optimalisasi.

Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah pusat, pendampingan lembaga pendidikan vokasi, dan semangat petani di lapangan, Brigade Pangan di Kecamatan Suak Tapeh diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional dalam penerapan pertanian modern berbasis teknologi yang berdaya saing dan mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia.

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.