Thomas Tuchel Ungkap 'Ide Brilian' Menempatkan Declan Rice di Bek Kanan yang Picu Kebangkitan Inggris Lawan Kongo DR
Agus Firmansyah July 03, 2026 01:36 PM

Thomas Tuchel memuji asisten pelatih Anthony Barry setelah keputusan taktis berani membantu timnas Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia. Perubahan posisi Declan Rice ke bek kanan mengubah keseimbangan permainan, dengan Harry Kane mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan comeback dan membawa The Three Lions melaju ke babak berikutnya.

Perubahan taktik Inggris membalikkan keadaan

Inggris tertinggal lebih dulu setelah Brian Cipenga memberi Kongo DR keunggulan mengejutkan pada menit ketujuh laga babak 32 besar Piala Dunia tersebut. The Three Lions kesulitan menembus pertahanan disiplin Kongo DR hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Tuchel merespons pada menit ke-70 dengan memindahkan Rice ke posisi bek kanan, sementara Eberechi Eze menggantikan Djed Spence. Perubahan itu langsung membuahkan hasil ketika Kane menyamakan kedudukan lima menit kemudian sebelum menambah gol keduanya untuk mengamankan kemenangan 2-1 dan memastikan tiket ke babak selanjutnya.

Tuchel memuji ide Barry

Usai pertandingan, Tuchel mengungkapkan bahwa penyesuaian taktis tersebut berasal dari ide asisten pelatih Barry. Pelatih Inggris itu mengatakan perubahan tersebut meningkatkan kualitas umpan silang dari sisi lapangan serta memperkuat sektor kanan tim.

"Anthony Barry punya ide brilian untuk menempatkan Declan di sana," ujar Tuchel seperti dikutip dari The Sun. "Dengan kualitasnya dari sisi lapangan, kami bisa menghasilkan lebih banyak umpan silang yang sulit dibendung, lebih banyak variasi umpan, dan serangan dari sisi luar yang lebih berbahaya.

"Selain itu, kami juga mendapat dukungan tambahan untuk Bukayo [Saka] dan dengan Ebs [Eze] kami memiliki koneksi yang lebih baik di sisi kanan yang membantu membuka ruang. Jadi semua kredit untuk asisten saya."

Rice refleksikan peran barunya

Meski perubahan tersebut menjadi keberhasilan taktis, Rice mengakui bahwa beradaptasi dengan peran bertahan secara mendadak merupakan tantangan besar baik secara fisik maupun mental. Bintang Arsenal itu berperan penting dalam proses terciptanya gol penyama, namun mengakui bahwa dinamika permainan yang cepat membuat tugasnya di lini belakang terasa sangat melelahkan.

"Mungkin itu adalah 12 menit paling berat dalam pertandingan saat saya bermain di posisi bek kanan," ujar Rice usai laga. "Pertandingan seperti itu terasa seperti pertandingan basket, saling serang, dan kami harus menurunkan tempo karena mereka punya winger yang cepat.

"Saya rasa kami membuatnya sedikit lebih sulit dari yang seharusnya. Saya sudah bermain di posisi itu dua atau tiga kali musim ini, saya tahu perannya, meski mungkin bukan kekuatan utama saya, tapi saya akan melakukan apa pun untuk tim dan pelatih. Saat tersisa 12 menit, saya bilang akan melakukan yang terbaik dan saya pikir saya tampil baik. Kita lihat saja laga berikutnya, semoga saya tidak perlu bermain sebagai bek kanan lagi."

Fokus beralih pada kondisi fisik Rice

Inggris kini bersiap menghadapi Meksiko di babak 16 besar yang akan digelar di Kota Meksiko pada 6 Juli. Namun, muncul kekhawatiran mengenai kondisi Rice setelah ia terlihat menempelkan kantong es di hamstring-nya usai pertandingan. Tuchel berharap gelandang andalannya itu cukup fit untuk kembali ke posisi aslinya saat Inggris terus mengejar kejayaan di Piala Dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.