Sungai Katanahan Meluap di Pasaman, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah Saat Air Datang
Rahmadi July 03, 2026 02:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Sungai Katanahan meluap di Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Kamis (2/7/2026) malam.

Luapan sungai membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Selain itu, keramba ikan milik warga rusak, sementara lumpur menutupi sejumlah halaman rumah dan badan jalan.

Kalaksa BPBD Pasaman, Mardianto, mengatakan luapan sungai terjadi di Kampung Lubuk Panjang, Jorong Pasar Ladang Panjang.

Berdasarkan laporan yang diterima, pada pukul 19.13 WIB debit air Sungai Batang Katanahan meningkat secara signifikan hingga meluap.

"Pada Kamis malam, debit air Sungai Batang Lindai juga dilaporkan membesar," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Peringatan Gelombang Tinggi Sumbar Berlaku hingga 4 Juli, Nelayan dan Kapal Diminta Waspada

Akibat luapan Sungai Batang Katanahan, air yang bercampur material tanah atau lumpur sempat menggenangi permukiman warga di Kampung Lubuk Panjang dan meluber hingga ke badan jalan raya.

Mardianto mengatakan, pada pukul 19.45 WIB debit air Sungai Batang Katanahan mulai berangsur surut.

"Meski demikian, luapan air menyisakan material lumpur di beberapa halaman dan area samping rumah warga di sekitar Kampung Lubuk Panjang," jelasnya.

Penyebab meluapnya Sungai Katanahan kata Mardianto, akibat jembatan yang mengarah ke hulu tersumbat oleh beberapa pohon.

Kebetulan saat Kamis malam itu air membesar akibat hujan, sehingga meluap ke permukiman masyarakat.

Baca juga: Harga Komoditas Kota Padang Panjang Terbaru, Beras Kualitas I Rp17.600 per Kg hingga Minyak Curah

"Itu yang menjadi penyebabnya, karena ada beberapa barang pohon yang menyumbat jembatan," tuturnya.

Selain itu, keramba ikan milik warga juga mengalami kerusakan akibat kemasukan air yang bercampur material tanah dari luapan Sungai Batang Katanahan.

Sementara, Sungai Batang Lindai juga mengalami peningkatan debit air dengan kondisi air keruh yang membawa material tanah.

"Namun, hingga laporan dibuat, aliran Sungai Batang Lindai belum meluap ke permukiman warga maupun badan jalan," katanya.

Mardianto menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Tim Jagoan Konten Kreator Uda Rio Keok Lawan Brazil, Jepang Sempat Unggul Lalu Tertekan di Babak 2

Saat ini, diperlukan pemantauan, asesmen lebih lanjut, serta koordinasi terkait dampak kerusakan dan kerugian sektor perikanan warga.

"Kita juga monitoring dan patroli terhadap kondisi aliran Sungai Batang Katanahan dan Sungai Batang Lindai juga diperlukan, untuk mengantisipasi potensi luapan susulan apabila curah hujan kembali tinggi di wilayah hulu," tambahnya.

Di sisi lain, warga Widiyansah mengatakan nagarinya di Padang Sawah, Kecamatan Tigo Nagari juga terdampak akibat meluapnya Sungai Katanahan.

Ia mengaku saat bencana terjadi, warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Warga panik, karena air meluap datang secara mendadak, namun tidak ada korban jiwa dan warga mengungsi," pungkasnya.

Ia menambahkan, luapan air sungai tak mengenai rumahnya. Hanya saja beberapa rumah lain ikut terdampak banjir disertai lumpur.

"Alhamdulillah, rumah saya tidak terdampak," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.