TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN - Jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra, personel Satresnarkoba Polres Katingan telah tiba di rumah duka.
Suasana haru menyambut kedatangan rombongan almarhum.
Informasi terhimpun, jenazah Aipda Yudhi akan dimakamkan besok atau Sabtu (4/7/2026) di Kasongan, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Tampak Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono bersama juga datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa.
"Jenazah sudah di rumah duka pukul 03.00 WIB dini hari," kata Dodik saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Jumat (3/6/2026).
Baca juga: Hari Kedua Bareskrim Polri Bantu Pencarian 2 Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Hilang
Berdasarkan video yang diterima TribunKalteng.com, Dodik bersama sang istri tampak berbincang dan menenangkan kelurga Aipda Yudhi.
Saat Kapolres Katingan tiba di lokasi, istri dan keluarga Aipda Yudhi tak kuasa menahan tangisnya.
Aipda Yudhi yang gugur saat operasi penangkapan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan pada Kamis (2/7/2026).
Ia meninggalkan istri dan dua anaknya.
Peristiwa yang menyebabkan Aipda Yudhi gugur tersebut berawal dari operasi penangkapan BIO, seorang residivis yang menjadi target operasi.
Saat proses penangkapan berlangsung, diduga keluarga target operasi memberi perlawanan kepada petugas.
Membuat Aipda Yudhi meninggal terkena serangan senjata tajam.
Selain itu, keluarga target operasi, Teriyo (40) juga meninggal karena tertembak.
Sampai saat ini, masih ada dua anggota Polres Katingan yang belum diketahui keberadaannya.
Keduanya melarikan diri ke sungai saat kejadian bersama personel lainnya.
Selain dua personel yang belum ditemukan, anggota lain yang ikut dalam operasi penangkapan itu berhasil dievakuasi.
Sementara itu, BIO yang hendak ditangkap melarikan diri bersama terduga bandar sabu lainnya inisial BU.
Untuk memastikan situasi di lokasi kejadian kondusif, Polda Kalteng juga mengirimkan bantuan sebanyak 50 personel.
Dodik mengatakan, dua anggota Polres Katingan tersebut sampai saat ini masih belum ditemukan.
Kemudian, terkait keterlibatan warga Desa Tumbang Kalamei lainnya serta penggunaan senjata api dalam perlawanan terhadap aparat saat kejadian, masih belum bisa dipastikan.
"Masih kami dalami," tutup Dodik.