Belum Buka Blokir, Keluarga Eten Latul Tawarkan Ganti Rugi Namun Ditolak
Fandi Wattimena July 03, 2026 03:48 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dugaan penipuan bermodus pengurusan surat kendaraan bermotor yang menyeret nama Stanley Edwin Williams Latul alias Eten Latul kembali memanas. 

Setelah Eten membantah seluruh tuduhan dan menyebut bukti transfer korban sebagai hasil editan, pihak korban kini angkat bicara.

Korban DH, mengaku hingga kini Eten belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

Bahkan, menurutnya, komunikasi masih tertutup karena nomor korban diduga tetap diblokir.

"Sampai saat ini dia belum membuka blokir, belum ada komunikasi itikad baik dari dia," kata DH kepada TribunAmbon.com, Jumat (3/7/2026).

DH mengungkapkan, hanya ada salah satu anggota keluarga Eten yang sempat menghubungi pihaknya.

Dalam komunikasi tersebut, keluarga Eten menawarkan penggantian kerugian yang dialami korban.

Baca juga: Klarifikasi Janggal Eten Latul, Klaim Peristiwa Terjadi 2016 Padahal Aplikasi Dana Baru Hadir 2018

Namun tawaran itu langsung ditolak.

Menurut DH, persoalan yang mereka hadapi bukan lagi sekadar nominal uang yang telah ditransfer, melainkan menyangkut tuduhan yang dilontarkan Eten kepada korban.

"Hanya salah satu keluarganya yang menghubungi kami kalau mau mengganti kerugian kami. Tapi kami menolak karena bukan hanya soal nominal ganti rugi," ujarnya.

Ia mengaku keluarganya merasa dirugikan karena selain tidak mendapatkan dokumen kendaraan yang dijanjikan, korban juga dituduh memalsukan bukti transfer.

"Padahal kami adalah korban, tapi dia menuduh kami memalsukan bukti transfer," tegas DH.

Korban Mengaku Diblokir Setelah Transfer Terakhir

Baca juga: Eten Latul Bantah Terima Uang, Tapi Bukti Transfer Jelas Tertulis Namanya

Transfer itu dilakukan setelah Eten disebut meminta tambahan biaya dengan alasan telah lebih dulu menalangi pengurusan STNK.

Sebelum mengirim uang, DH mengaku sempat diyakinkan bahwa seluruh proses akan selesai dan uang akan dikembalikan apabila pengurusan gagal.

Karena percaya, DH mentransfer dana ke rekening BCA atas nama Stanley Edwin Williams Latul.

Namun setelah transfer terakhir dilakukan, DH mengaku tidak pernah lagi bisa menghubungi Eten.

Nomor WhatsApp hingga akun media sosialnya disebut telah diblokir.

Kasus tersebut bermula pada Juli 2023 saat DH meminta bantuan Eten mengurus dokumen kendaraan bermotor. 

Selama proses itu, korban mengaku beberapa kali mentransfer uang ke sejumlah rekening atas arahan Eten, mulai dari Rp500 ribu, Rp200 ribu, Rp500 ribu, Rp200 ribu hingga transfer terakhir sekitar Rp1,1 juta.

Meski telah beberapa kali mengirim uang, dokumen kendaraan yang dijanjikan tak kunjung selesai.

Eten Bantah Tuduhan Penipuan

Di sisi lain, Stanley Edwin Williams Latul alias Eten Latul membantah seluruh tuduhan yang disampaikan korban.

Pria yang dikenal sebagai debt collector sekaligus pemilik akun TikTok "Raja Terakhir" itu mengklaim pengurusan kendaraan terjadi pada 2016, bukan 2023 sebagaimana yang disampaikan DH.

Eten juga membantah pernah menerima transfer pada tahun 2023.

"Saya tidak pernah menerima transfer 2023. Kalau dia bisa menunjukkan bukti transfer ke rekening saya atas nama saya," katanya.

Meski demikian, ia menyatakan bersedia mengembalikan uang, bahkan hingga dua kali lipat, apabila terbukti pernah menerima dana dari korban.

Di sisi lain, Eten tetap menegaskan dirinya tidak melakukan penipuan dan justru mengaku pernah menalangi biaya pengurusan menggunakan uang pribadi sekitar Rp2 juta.

Ia juga menyebut bukti transfer yang dimiliki korban bukan dokumen asli.

"Bukti transfer itu bohong, editan itu," tandasnya.

Hingga kini, kedua pihak masih mempertahankan versi masing-masing terkait dugaan penipuan tersebut. 

Korban bersikeras memiliki bukti transfer dan merasa dirugikan, sementara Eten tetap membantah telah melakukan penipuan maupun menerima transfer pada 2023. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.