TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rama Billiard & Cafe buka suara pascakebakaran yang menghanguskan hampir seluruh bangunan yang terletak di Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Api pertama kali muncul dari area panggung band yang terletak di sisi timur bangunan.
Teknisi Kelistrikan Rama Biliiard & Cafe, Suwardi, mengatakan kronologi kebakaran itu diawali adanya seorang karyawan yang terkejut melihat kobaran api di area panggung.
Karyawan tersebut berusaha memadamkan api menggunakan APAR namun api cepat merambat dan tidak dapat dihentikan.
“Semalam itu habis closingan live musik itu kelistrikan selalu dimatikan. Terus tadi pagi ada satu karyawan (OB) melihat ada sumber api di panggung,” ujar Suwardi, seusai proses pemadaman.
Karena kobaran api semakin membesar, karyawan tersebut tidak mampu memadamkan.
Dia lantas meminta bantuan kepada penjaga gedung untuk bersama-sama memadamkan api.
“Tetapi sumber api sudah membesar, mereka minta tolong lari ke sana (dalam) mau selamatkan barang sudah gak mungkin,” ungkapnya.
Suwardi mengungkapkan peristiwa kebakaran ini sama seperti insiden kebakaran yang belum lama ini terjadi di sebuah tempat billiard di Sleman.
Dia menduga kebakaran di Rama Billiard dipicu adanya naik dan turunnya tegangan listrik akibat pemadaman bergilir yang selama ini terjadi di Kota Yogyakarta.
“Meski ada genset otomatis tapi ada jeda, itu merusak alat ektronik, inventer itu pernah jebol satu, mungkin dari lonjakan tegangan naik dan turun bisa jadi pemicu,” terang dia.
Meski demikian pihaknya masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran di Rama Billiard.
Berdasarkan hasil pemetaan, area yang terbakar di antaranya panggung live musik, resto, lounge lantai dua dan beberapa tempat lainnya.
“Kalau dari luar bangunan terlihat masih bagus, tapi di dalamnya udah habis,” ungkapnya.
Suwardi menyampaikan akibat kebakaran ini pihaknya memperkirakan kerugian ditaksir hingga Rp20 miliar lebih.
Pantauan di lokasi area yang masih terselamatkan hanya ruang resepsionis dan office.
“Kemungkinan (kerugian) di atas Rp20 miliar lebih, dari sound sistem saja hampir Rp2,5 miliar sound aja loh, belum lain-lainnya. Dugaan awal karena listrik, kami gak tahu persisnya, kalau dari Inafis tadi mungkin dari jaringan listrik. Kami menunggu dari penyelidikan,” terang dia.
Sebelumnya, Polisi telah melakukan upaya penyelidikan terkait insiden kebakaran di gedung Rama Billiard & Cafe, Mergangan, Kota Yogyakarta.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap puluhan meja billiard hangus terbakar.
Panggung beserta perlengkapan band juga ikut tersambar api.
Beberapa ruangan dari gedung itu juga tak luput dari panasnya bara api.
Kobaran api diketahui oleh pekerja gedung billiard pada Jumat pagi (3/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan pihak kepolisian telah meminta keterangan saksi di antaranya laki-laki berinisial SA (23) pekerja bagian resto atau kitchen Rama Biliiard, serta satu saksi seorang office boy (OB) berinisial RD (27).
Dari keterangan kedua saksi itu, diketahui kronologi peristiwa pada Jumat pagi sekitar jam 08.00 WIB saksi SA masuk ruang kitchen untuk memulai bekerja.
“Namun ketika menghidupkan lampu di ruang kitchen atau dapur mendengar suara kretek-kretek dan setelah dicari sumber suara berasal dari bagian panggung yang terbakar,” kata Kasihumas.
Melihat kobaran api, SA meminta tolong kepada RD untuk membantu memadamkan api.
Dikarenakan karena api sudah membesar, kedua pekerja itu keluar untuk mencari bantuan warga sekitar.
“Kemudian saksi menghubungi Damkarmat dan melapor ke Polsek Mergangsan. Selanjutnya petugas Polsek Mergangsan Mobil Damkar berupaya memadamkan api,” ungkap Dani Hasan.
Atas peristiwa itu, delapan mobil damkar diterjunkan untuk proses pemadaman kebakaran digedung Rama Billiard.
Penanganan kebakaran juga didukung dari tim Resceu Ambulance PMI, Puskesmas Mergangsan, serta Dinkes Kota Yogyakarta.
Hingga pukul 09.45 WIB api sudah berhasil dipadamkan.
Hingga kini kerugian akibat kebakaran belum bisa diperkirakan.
Namun beberapa ruangan dari gedung tersebut telah hangus tak berbentuk.
“Ruang yang terbakar itu ruang resepsionis, resto, panggung beserta perlengkapan band, 36 meja billiard, ruang atas dan bawah. Jumlah total kerugian belum dapat dipastikan. Korban jiwa juga tidak ada,” tutup Dani Hasan. (hda)