Update Seleksi 44 SDM Sekolah Rakyat Terintegrasi Trenggalek: Jawab Sanggah Seleksi Administrasi
Rendy Nicko July 03, 2026 03:49 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Menjelang tahun ajaran baru, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek tengah bersiap berpindah ke bangunan permanen. 

Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), pengusulan 44 posisi tersebut masih berproses.

Sebanyak 44 SDM tersebut untuk menunjang operasional sekolah. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengungkapkan usulan penambahan SDM tersebut telah disampaikan kepada Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bangprov Kementerian Sosial serta Biro SDM.

"Insyaallah kami akan switch ke bangunan permanen dengan kuota siswa sekitar 270 anak. Oleh karena itu, kami sebetulnya sudah mengusulkan ke Pusdiklatbangprof dan juga Biro SDM untuk penambahan tenaga kependidikan," ujar Yogyantoro saat dikonfirmasi, Jum'at (2/7/2026).

Baca juga: Mengintip Ruang Kelas SRT 50 Trenggalek Permanen, Kipas Angin hingga Bangku Sudah Tertata 

Yogyantoro memerinci, kebutuhan SDM yang diusulkan meliputi 27 wali asuh, 9 wali asrama, 3 operator sekolah, 3 bendahara, dan 2 tenaga tata usaha (TU).

"44 SDM itu terdiri dari wali asuh, wali asrama, operator sekolah, bendahara dan tata usaha mas," akuinya.

Penambahan ini terbilang signifikan mengingat saat ini SRT 50 Trenggalek hanya memiliki 11 personel yang merangkap sebagai wali asuh sekaligus wali asrama.

Menurutnya, angka 27 wali asuh yang diusulkan tersebut sudah disesuaikan dengan rasio ideal pelayanan siswa di sekolah berasrama.

"Rasionya adalah 10 siswa ditangani oleh satu wali asuh," jelasnya.

Perihal syarat pendaftaran, Yogyantoro menyebutkan pelamar posisi wali asuh minimal harus berijazah sarjana (S-1). 

Pihaknya mengutamakan lulusan dari beberapa jurusan yang relevan, meski lowongan tetap terbuka bagi semua jurusan.

Saat ditanya mengenai progres pembangunan gedung baru yang akan ditempati, ia memaparkan adanya perkembangan positif.

Berdasarkan laporan terakhir dari Dinas Sosial, progres fisik bangunan saat ini sudah menyentuh angka 86 persen lebih.

Pria yang sebelumnya mengajar di SMPN 2 Suruh dan SMPN 2 Tugu ini menerangkan, proses rekrutmen ke-44 SDM tersebut telah memasuki tahapan krusial. 

Pihak panitia sedang merampungkan tahapan jawab sanggah dari para pelamar.

"Saat ini lagi jawab sanggah seleksi administrasi," bebernya.

Ia menambahkan, setelah para pelamar dinyatakan lolos seleksi, proses akan berlanjut ke pengusulan Nomor Induk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (NI PPPK) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Lalu, di tanggal 2 sampai 16 September 2026 usul penetapan NI PPPK," ulasnya.

Pihak sekolah berharap proses penambahan personel ini dapat berjalan beriringan dengan mulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di fasilitas yang baru.

Kendati mengusulkan puluhan tenaga kependidikan, SRT 50 Trenggalek menegaskan tidak mengajukan penambahan untuk posisi guru. 

Yogyantoro menyerahkan sepenuhnya kebijakan pemenuhan tenaga pendidik tersebut ke pemerintah pusat.

Terlebih, SRT 50 Trenggalek berencana melakukan ekspansi layanan pendidikan dalam waktu dekat.

"Kalau guru kami tidak mengusulkan, kami serahkan ke pusat. Notabene kita akan perlu penambahan guru itu di jenjang SMA, karena ke depannya kita membuka penambahan satu jenjang yaitu SMA," tutupnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.