TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Anak muda di Sulawesi Tenggara (Sultra) dilatih mengembangkan keterampilan seni tari dan teater selama lima hari, mulai 29 Juni-3 Juli 2026.
Anak muda tersebut terdiri dari pelajar asal Kendari dan Konawe Selatan (Konsel), mahasiswa, hingga pegiat seni dari sejumlah sanggar.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra, W Syuhida mengatakan, hari ini merupakan hari pementasan sekaligus penutupan workshop.
Pementasan seni tari dan teater itu digelar di Aula Taman Budaya, Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari pukul 08.00-11.00 Wita.
Pantauan TribunnewsSultra.com, pementasan seni pertunjukan ini disaksikan guru, orang tua, dan teman-teman para peserta workshop.
Baca juga: Mengenal Tradisi Mansaa di Wakatobi Sulawesi Tenggara, Pertunjukan Seni Bela Diri Setelah Idulfitri
Meski penontonnya tak terlalu ramai, anak-anak muda yang mendapatkan pelatihan seni ini menampilkan karya dengan sangat baik.
Seperti yang ditampilkan kelompok 5 dari seni teater yang mengangkat isu sosial yakni kenaikan harga sejumlah barang dan bahan pokok.
Kelompok dari seni tari pun tidak kalah menarik, mereka menyajikan gerakan tubuh yang indah diiringi alunan musik.
W Syuhida bilang, workshop seni pertunjukan ini memang bertujuan untuk meningkatkan talenta seni budaya.
Setelah tiga hari diberikan materi, puluhan peserta kemudian berkreasi untuk membuat karya seni yang dipentaskan hari ini.
"Tahun ini kita melaksanakan workshop untuk kelas dasar, jadi akan berlanjut setiap tahunnya, ada kelas lanjutan, pengembangan, dan maestri," katanya.
Selain itu, pelatihan ini juga untuk mengembangkan kegiatan kesenian di kalangan masyarakat khususnya di Bumi Anoa.
Adapun narasumber dalam workshop tersebut terdiri atas pelatih sanggar dan praktisi seni teater. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)