BPS: Babak 16 Besar Piala Dunia Berpotensi Dongkrak Transaksi UMKM di Bengkulu
Hendrik Budiman July 03, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 mulai terbentuk setelah sejumlah pertandingan fase 32 besar menghadirkan sejumlah hasil mengejutkan.

Beberapa tim unggulan masuk ke fase 16 besar, namun ada pula negara besar yang harus lebih dulu kembali ke negaranya.

Beberapa pertandingan di fase gugur pertama berlangsung dramatis. Paraguay membuat kejutan dengan menyingkirkan Jerman lewat adu pinalti, sementara Maroko juga sukses mengalahkan Belanda melalui adu pinalti.

Terkait hal itu, dengan 16 besar nanti diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menilai kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia berpotensi memberikan dampak positif terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, setiap kegiatan yang mampu mengumpulkan massa dalam jumlah besar akan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pedagang yang berada di sekitar lokasi acara.

Penyelenggaraan Festival Tabut yang mampu menggerakkan perputaran uang hingga lebih dari Rp20 miliar.

Ia berharap kegiatan nobar juga dapat memberikan dampak serupa, meskipun dalam skala yang berbeda.

Baca juga: Nilai Tukar Petani Bengkulu Juni 2026 Turun, Biaya Produksi Naik Jadi Pemicu

“Kalau memang kegiatan itu berada di titik-titik yang dapat mengumpulkan massa, tentu akan mengundang UMKM di sekitarnya. Akan lebih baik lagi jika tersedia area khusus yang difasilitasi bagi para pelaku UMKM,” ujar Win Rizal saat diwawancarai, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran banyak pengunjung akan mempertemukan penjual dan pembeli sehingga transaksi ekonomi meningkat. 

Bahkan, pedagang yang biasanya hanya berjualan pada siang hari berpeluang menambah jam operasional hingga malam.

“Dengan begitu, omzet pedagang seharusnya ikut meningkat. Mereka juga memiliki tempat yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan aktivitas ekonomi,” katanya.

Lebih lanjut, Win Rizal mengatakan BPS Provinsi Bengkulu akan terus mencermati perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pelaksanaan sensus ekonomi. 

Dari pendataan tersebut, BPS akan melihat sejauh mana potensi kegiatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami akan melihat potensinya nanti melalui sensus ekonomi setelah adanya kegiatan tersebut,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.