Di tengah harga makanan yang mahal di Singapura, sepasang suami istri tetap mempertahankan harga nasi lemak yang mereka jual hanya SGD 2 (Rp28 ribu). Begini kisahnya.
Keputusan menjual makanan murah di tengah harga yang serba naik diambil pasangan tersebut meski harus menanggung biaya sewa kios yang mencapai hampir SGD 10.000 atau Rp140 juta setiap bulan.
Dilansir dari AsiaOne (03/06/2026), Reban Kasran (57) bersama istrinya, Sakdiah Abdul Latiff (53), mengelola warung makan bernama Indonesian Selera Corner yang berlokasi di Blok 101 Yishun Avenue 5, Singapura.
Keduanya mulai menjual nasi lemak seharga SGD 2 atau berkisar Rp 28 ribu setelah mendengar banyak pelanggan, terutama lansia, menginginkan menu makan yang sederhana dan terjangkau.
Salut! Restoran Indonesia di Singapura Ini Jual Makanan Hanya Rp 28 Ribu Foto: Site News
|
Warung tersebut menawarkan dua pilihan nasi lemak, yaitu dengan lauk ayam atau ikan. Setiap porsinya berisi nasi gurih, sambal, telur, ikan teri, kacang tanah, dan irisan mentimun.
"Kami ingin memastikan orang-orang yang membutuhkan, seperti lansia dan keluarga berpenghasilan rendah, tetap bisa menikmati makanan tanpa harus mengkhawatirkan harganya," ujar Sakdiah.
Menurutnya, penetapan harga murah dilakukan dengan mempertimbangkan beragam pelanggan yang datang setiap hari, mulai dari pelajar hingga pekerja yang membeli sarapan sebelum beraktivitas.
Bagi pasangan yang sudah memiliki tiga anak tersebut, warung makan ini bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan juga cara untuk membalas dukungan masyarakat yang telah mereka terima selama bertahun-tahun.
Salut! Restoran Indonesia di Singapura Ini Jual Makanan Hanya Rp 28 Ribu Foto: Site News
|
"Kami masih bisa mencari keuntungan di hari lain. Yang terpenting, lansia dan keluarga tetap memiliki akses terhadap makanan dengan harga terjangkau," kata Reban.
Ia menambahkan, meski keuntungan yang diperoleh sangat tipis, mereka tetap berusaha menjaga harga nasi lemak agar bisa dibeli oleh semua kalangan.
Untuk menekan biaya operasional, pasangan ini rutin membandingkan harga bahan baku dari berbagai pemasok sebelum membeli yang paling kompetitif.
Selain nasi lemak, Indonesian Selera Corner juga menjual berbagai menu lain, seperti nasi Padang, dengan harga mengikuti pasaran. Penjualan menu nasi Padang ini membantu menutupi biaya operasional, termasuk sewa tempat dan gaji delapan karyawan.
"Selama kami masih mampu, kami akan terus mempertahankan harga nasi lemak ini agar tetap terjangkau bagi masyarakat, karena kami ingin selalu hadir untuk komunitas," tutur Reban.
Indonesian Selera Corner merupakan warung makan dengan menu khas Melayu dan Indonesia yang sudah buka sejak 2005.
Ke depannya, pasangan ini berharap salah satu putri mereka dapat melanjutkan usaha keluarga sekaligus mempertahankan nilai kepedulian yang selama ini mereka pegang.







