Plt Bupati Ahmad Baharudin Pimpin Jamasan Tombak Kanjeng Kiai Upas, Pusaka Milik Tulungagung
Rendy Nicko July 03, 2026 04:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung kembali melakukan upacara adat jamasan tombak pusaka Kanjeng Kiai Upas, Jumat (3/7/2026) di Griya Dalem Kanjengan.

Tombak Kiai Upas adalah tombak pusaka milik Kabupaten Tulungagung sejak era bupati ke-4, RM Tumenggung Pringgodiningrat yang memerintah 1924-1930.

Prosesi diawali dengan iring-iringan 9 air yang diambil dari 9 sumber yang berbeda untuk menjamas atau mencuci Kanjeng Kiai Upas.

Sembilan jenis air adalah air sumber sirah atau panguripan, air bilik tengah, sumber buntut, tempuran kali, kubangan kerbau bule, sumur kanjengan di tempat penyimpanan pusaka, air kelapa, deresan atau sadapan pohon pisang raja, dan deresan atau sadapan pohon randu.

Baca juga: Hanya 2 Atlet Paralayang, Pengcab FASI Buka Pendaftaran untuk Kejurprov 2027 Mendatang

Untuk air sirah, tengah, dan buntut melambangkan kepala, badan dan ekor naga, hal ini terkait kepercayaan Kiai Upas dulunya adalah seekor ular naga.

Air ini diambil dari Goa Tritis di Gunung Budheg Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat.

Sembilan perempuan menyerahkan kendil berisi air jamasan ke Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.

Prosesi jamasan dijaga oleh Wimbasara, abdi dalem yang mengawal tombak pusaka Kanjeng Kiai Upas.

Ahmad Baharudin mengeluarkan tombak dari tempat penyimpanan pusaka, bersama Kapolres Tulungagung, AKBP Irham Kustarto.

Alunan gamelan mengiringi sepanjang jamasan bersama lantunan ayat suci Alquran.

“Jamasan adalah upacara adat yang rutin diadakan setiap Bulan Suro,” ujar Ahmad Baharudin setelah acara.

Menurutnya, jamasan ini menegaskan bahwa Kabupaten Tulungagung masih punya warisan pusaka yang terawat.

Pusaka ini menjadi bukti legitimasi pemerintahan saat itu, bahwa Tulungagung punya kaitan dengan pemerintah kerajaan Mataram.

Tombak ini juga menjadi salah satu bukti eksistensi pemerintahan Kabupaten Tulungagung di bawah Mataram.

“Makna, kita mengajak masyarakat bersatu, rukun, kompak dalam membangun peradaban Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.

Ahmad Baharudin mengaku sudah mempromosikan upacara adat ini jauh-jauh hari.

Harapannya jamasan tombak pusaka Kanjeng Kiai Upas diminati warga dan bisa menggerakkan UMKM.

“Kami sudah promosikan, sudah disebar lewat media supaya kegiatan ini diketahui publik,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Ardian Candra, mengatakan selama ini upaya promosi sudah ditingkatkan.

Baca juga: Kirab Tumpeng Tahu Kuning Meriahkan Bulan Suro di Kediri, 5.000 Potong Tahu Diperebutkan Warga

Harapannya promosi ini meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upacara adat ini.

Namun pelaksanaan kali ini jamasan tepat di saat libur sekolah, sehingga tidak ada keterlibatan siswa.

“Siswa libur, padahal kami mendesain ini menjadi sarana promosi dan jadi sarana pendidikan,” ucapnya. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.